42077-vaksin-covid-19-astrazeneca

WHO: Tidak Ada Alasan Penyuntikan Vaksin AstraZeneca Harus Dihentikan

Perkataan. com – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan tidak tersedia alasan harus berhenti menggunakan vaksin AstraZeneca, menyusul kurang negara di Uni Eropa menghentikan vaksinasi, karena khawatir menyebabkan pembekuan darah.

Era ini komite penasihat vaksin WHO sedang melihat bahan keamanan vaksin tersebut & menemukan jika tidak tersedia hubungan sebab akibat antara vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah.

“AstraZeneca adalah vaksin yang sangat baik, seperti halnya serupa vaksin lain yang medium digunakan, ” terang Juru Bicara WHO Margaret Harris di Jenewa, mengutip Channel News Asia, Sabtu (13/3/2021).

“Kami juga sudah meninjau data kematian. Sampai era ini tidak ada maut yang terbukti disebabkan sebab vaksinasi, ” sambungnya.

Baca Pula: Deretan Negeri Setop Pakai Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Indonesia Gimana?

Sehingga vaksin AstraZeneca kudu terus digunakan, meskipun peristiwa efek samping dan segala hal yang berkaitan dengan keamanan harus terus dipantau serta dianalisis.

“Kita harus selalu mencari tahu lebih tinggi terkait keamanan vaksin sebelum dirilis atau diberikan izin, dan kita harus lebih dulu memeriksanya. Tapi tidak berarti tidak digunakan, ” terang Harris.

Sementara tersebut pejabat kesehatan masyarakat Jerman mengatakan, jika vaksin AstraZeneca aman dan Jerman mau terus menggunakan vaksin tersebut.

“Sejauh yang kami tahu, vaksin memiliki manfaat. Bahkan setelah penyuntikan, manfaatnya lebih besar daripada risikonya, ” terang Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn dalam konferensi pers.

Dominasi kesehatan di Denmark, Norwegia, dan Islandia pada keadaan Kamis, (11/3/2021) menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca sesudah laporan pembekuan darah di antara beberapa orang yang telah menerima inokulasi.

Baca Juga: Deretan Negara Itu Setop Pakai Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Kenapa?

Otoritas Kesehatan Denmark pada Kamis menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca selama 14 hari, walaupun otoritas tersebut tidak dengan langsung menyebutkan adanya hubungan antara vaksin dan pemekatan darah.