o_1atnm8ja526k1vic107bml1psua

Wajib Tahu, 5 Mitos Darah tinggi yang Salah Kaprah

Perkataan. com – Menurut pedoman medis yang diikuti di seluruh negeri, seseorang disebut mengalami hipertensi jika tekanan darah pada angka 130/80 mmHg atau lebih. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan iklim yang umum terjadi tetapi tidak boleh disepelekan.

Terlebih di situasi pandemi seperti saat ini, mengelola darah tinggi menjadi hal penting perlu menghindari risiko buruk dan kematian terkait Covid-19.

Dirangkum dari The Healthsite , Ahli Bedah Saraf India, Vishwanathan Iyer, memberi cakap beberapa mitos soal darah tinggi yang perlu Anda terang.

1. Hipertensi sering terjadi dan tidak menetapkan terlalu dikhawatirkan

Baca Serupa: Bahaya Memanggang Opor Berulang Kali, Penderita Hipertensi Wajib Tahu

Faktanya, kondisi hipertensi perlu perhatian segera. Sebab, tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal, serangan jantung mendadak, hingga stroke. Inilah kok hipertensi sering disebut ‘silent killer’ karena sering mucul tanpa keluhan atau petunjuk.

Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

2. Hipertensi tidak dapat dicegah

Faktanya, hipertensi sanggup dicegah dan dikelola secara gaya hidup sehat, Laksana contohnya rutin berolahraga, diet rendah garam, mengonsumsi sayur dan buah serta cek kesehatan berkala.

3. Hipertensi bertambah menyerang pria ketimbang perempuan

Faktanya, mengingat level stres dan gaya tumbuh pria dan wanita yang tidak banyak bergerak akhir-akhir ini, kedua jenis kelamin sama-sama rentan terkena hipertensi. Namun memang pascamenopause, wanita lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Mitos Ki Angkong Pembela Jalan Magelang-Purworejo

4. Jika tekanan pembawaan sudah normal, obat sanggup dihentikan