84879-ilustrasi-virus-corona-pixabay

Varian Delta vs Varian Delta Plus, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Suara. com porakporanda Virus corona Covid-19 varian Delta telah menjadi varian virus corona yang paling diwaspadai karena diketahui lebih mudah menular dan kebal terhadap antibodi dari vaksin Covid-19.

Tetapi di tengah ancaman varian Delta, muncul varian Delta plus yang terdeteksi di beberapa kasus selama aliran kedua. Varian Delta berlebih ini membawa mutasi sejak dua varian virus corona, sehingga dikhawatirkan mematikan.

Varian Delta vs Varian Delta Plus

Saat ini, varian Delta maupun varian Delta plus telah dikategorikan jadi variants of concern (VoC). Kedua varian virus corona ini menjadi ancaman terbesar di negara dengan cakupan vaksin Covid-19 rendah.

Baca Serupa: Diprediksi Terbit 2022, Bisakah Vaksin Merah Putih Lawan Virus Corona Varian Delta?

Varian Delta (B. 1. 617. 2) ini pun sudah menjadi varian dominan & meningkat pesat di segenap dunia. Varian virus corona ini pun telah berkontribusi pada peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Delta, varian Delta plus. (Pixabay)

Di India sendiri, kasus varian Delta ini masih mengkhawatirkan dan berkontribusi pada peningkatan kejadian Covid-19 secara umum. Tengah itu, varian Delta berlebih yang ditemukan di Maharashtra, India juga menjadi varian virus corona yang merisaukan.

Karena, varian Delta plus itu mengandung mutasi perut varian virus corona, yakni varian Beta yang ditemukan di Afrika Selatan serta varian Delta yang terlihat di India. Adapun besar mutasi yang paling nyata dari varian Delta plus, yakni L452R dan P871R.

Namun, manakah antara varian Delta dan varian Delta plus yang paling menular dan berbahaya?

Sementara tersebut, varian Dela sangat bertanggung jawab untuk mendorong aliran kedua virus corona Covid-19 dan tingkat penularannya kendati cukup tinggi.

Baca Juga: Rusia Dikabarkan Menyalahi Rencana WHO Untuk Cari Asal-usul Virus Corona

Tapi dilansir dari Times of India , varian Delta berlebih mengandung mutasi dari varian Delta sehingga membuatnyadicap menggundahkan. Varian Delta plus disebutkan menyebar hampir 60 obat jerih lebih cepat daripada varian Delta.

Pengamatan klinis sementara menunjukkan penularan varian Delta masih lebih tinggi daripada varian Delta plus, yang diharapkan penularannya tetap lemah.

Saat ini, varian Delta pun masih menjadi strain virus corona Covid-19 dengan paling dominan karena virusnya sangat aktif. Bahkan, para ahli telah menjelaskan isyarat mencolok dari varian Delta.

Meskipun sekarang ini penyaluran varian Delta plus sedang cenderung rendah dibandingkan varian Delta. Tapi, para pandai mengatakan varian Delta berlebih memiliki fitur dan peluang cukup untuk menyebar bertambah cepat kedepannya.