88503-ilustrasi-vaksin

Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa, Bisakah Kekebalan Tubuh Terbentuk?

Pandangan. com – Program vaksinasi Covid-19 pada Indonesia saat ini masih terus berlangsung. Sementara tersebut, masyarakat Muslim di Indonesia sendiri juga telah tiba menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Ada banyak pertanyaan di masyarakat terkait dengan melayani vaksinasi Covid-19 saat puasa. Salah satunya ialah apakah vaksinasi Covid-19 tersebut sanggup membentuk kekebalan tubuh ataupun tidak.

Menyikapi hal itu, dalam keterangannya, dr. Yoana Periskila, MKK, Ketua gugus Covid-19 Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa seseorang yang melaksanakan Vaksinasi Covid-19 pada saat bulan puasa akan tentu memiliki kekebalan tubuh dengan sama jika dibandingkan dengan seseorang yang melakukan Vaksinasi Covid-19 ketika tidak berpuasa.

“Puasa hanya menggeser masa makan dan aktivitas dengan dilakukan tetap sama. Justru banyak yang berpuasa lebih sehat dibanding saat tidak puasa karena jam sajian ketika berpuasa lebih teratur, ” ujar dr. Yoana Periskila, MKK, Ketua himpunan Covid-19 Primaya Hospital Bekasi Barat.

Baca Juga: Harga Emas Antam Mendarat di Hari Pertama Pertarakan Ramadhan

Tenaga kesehatan lansia divaksin corona
Tenaga kesehatan lansia divaksin corona

Sementara itu, DR. dr. Rachmat Latief, Sp. PD, KPTI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pentakit Infeksi Tropis Primaya Hospital Makassar mengatakan bahwa perlangsungan kekuatan imunitas Vaksin Covid-19 sebanding saja, baik sebelum pertarakan maupun saat berpuasa.

Khusus lansia, pembentukan antibodi mau tetap terbentuk walaupun tak secepat pada masyarakat usia muda.

Maka dari itu, pemberikan Vaksin Covid-19 pada lansia harus diberi jarak 28 hari agar tubuh diberi jalan untuk membentuk antibodi sehingga pada hari ke semrawut 28 tubuh akan diberi booster lagi dengan Vaksin Covid-19 kedua.

“Pemberian Vaksin Covid-19, jalan sedang berpuasa maupun kala tidak berpuasa harus langgeng memperhatikan kontraindikasi apakah seseorang memiliki penyakit penyerta (komorbid) atau tidak. Khusus lansia, perlu ditekankan apakah para-para lansia telah memenuhi penghargaan score RAPUH (Resistensi, Aksi, Penyakit Lebih dari 4 Hari, Usaha Berjalan, & Hilangnya Berat Badan), ” ujar DR. dr. Rachmat Latief, Sp. PD, KPTI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pentakit Infeksi Katulistiwa Primaya Hospital Makassar.

Baca Pula: Hari Mula-mula Puasa Ramadhan IHSG Lemah di Level 5. 994