72330-lelaki-tidur

Tidak Semua Posisi Tidur Cakap Dilakukan Tanpa Menggunakan Lapik, Mana yang Lebih Baik?

Suara. com – Bagi beberapa orang, tidur tanpa bantal agak-agak lebih membuat nyaman. Pokok, jenis bantal yang dimanfaatkan seseorang memang dapat mempengaruhi kualitas tidur.

Penggunaan penopang yang salah dapat membuahkan rungau dan nyeri fisik, seperti sakit leher ataupun punggung. Menurut National Sleep Foundation, tidur menggunakan landasan tujuannya harus untuk melestarikan kepala dalam posisi netral.

Berdasarkan Healthline , lapik dimaksudkan untuk menjaga tangkas belakang Anda dalam gaya netral. Benda tersebut menyesuaikan leher dengan bagian tubuh lainnya, mendukung postur tubuh yang baik.

Karenanya, penelitian hanya berfokus pada macam bantal terbaik untuk potongan tubuh. Para ilmuwan belum mempelajari bagaimana tidur minus bantal secara khusus merajai tulang belakang.

Baca Juga: Mendengarkan Musik dalam Malam Hari Bantu Lansia Tidur Nyenyak

Tetapi, orang yang tidur tiarap mungkin lebih baik rebah tanpa menggunakan bantal.

Ilustrasi bangun tidur. (Unsplash/Kinga Cichewicz)
Ilustrasi tidur. (Unsplash/Kinga Cichewicz)

Menurut University of Rochester Medical Center, tidur tiarap membuat tulang belakang dalam posisi yang tidak adil. Itu karena sebagian tumbuh berat badan berada pada tengah-tengah tubuh.

Posisi tubuh tersebut dapat menambah tekanan pada punggung dan leher, membuatnya sulit bagi tulang belakang untuk mempertahankan ceduk alaminya.

Karenanya, tidur tanpa bantal bisa membuat kepala tetap rata. Ini dapat mengurangi tekanan pada leher dan memajukan kesejajaran yang lebih molek.

Namun, ini tidak asi untuk posisi tidur lainnya. Jika Anda tidur terbaring atau miring, tidur minus bantal mungkin lebih berbahaya daripada berdampak baik. Jadi sebaiknya gunakan bantal untuk menjaga agar tulang kecil tetap netral.

Baca Juga: Potret Mewahnya Interior Mobil, Serasa Tidur pada Hotel Bintang Lima