o_1aej3shtdsr9cias5v1papeqca

Terpopuler: Gejala Varian Baru Virus Corona, Bahaya Tidur Terlalu Lama

Suara. com – Orang yang terinfeksi varian baru virus corona cenderung tidak melaporkan kehilangan menemui atau bau seperti yang dialami pasien Covid-19 sebelumnya. Pasien tersebut justru cenderung melaporkan gejala besar, seperti batuk, sakit tenggorokan atau kelelahan. Kenapa?

Dan bagi Anda yang suka tidur lama-lama, penting menyimak fakta yang satu ini. Walaupun tidur merupakan sebuah kebutuhan untuk setiap manusia, kelebihan tidur ternyata dapat menyebabkan berbagai penyakit, lho. Apa saja?

Simak selengkapnya, dan berita kesehatan menarik lainnya di bawah tersebut!

1. Bukan Hilang Penciuman, Penderita Corona Varian Baru Lebih Barangkali Alami Batuk

Baca Juga: Total Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Dua Kali Lipat dari Total Bed RS

Ilustrasi indera penciuman. (Pixabay)
Ilustrasi indera penciuman. (Pixabay)

Orang yang terinfeksi dengan varian baru virus corona baru yang pertama kali muncul di Inggris cenderung tidak melaporkan kehilangan menikmati atau bau. Pasien tersebut mengarah melaporkan gejala klasik, seperti batuk darah, sakit tenggorokan atau kelelahan.

Menurut Biro Statistik Nasional Inggris (ONS), pada orang dengan Covid-19  yang tertular varian baru virus corona ataupun SARS-CoV-2 VUI 202012/01 secara istimewa lebih jarang mengalami gejala gangguan rasa dan bau.     Namun, tidak ada bukti memperlawankan gejala yang berhubungan dengan sesak napas atau sakit kepala.

Baca selengkapnya

dua. 306 Hari Dirawat di Panti Sakit, Penyintas Covid-19 Ini Keputusannya Pulang

Ilustrasi pasien Covid-19 parah (Shutterstock)
Ilustrasi penderita Covid-19 parah (Shutterstock)

Geoffrey Woolf akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah setelah 306 hari dirawat di rumah rendah akibat terinfeksi virus corona Covid-19.

Baca Juga: Rekor Baru Indonesia, 476 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Hari Ini

Dalam 306 hari itu, lelaki 47 tahun asal Islington di London bagian utara tersebut menghabiskan 127 hari di Whittington Hospital di Islington dan 180 hari di Royal Hospital for Neuro-Disability, Putney.

Baca selengkapnya

3. Varian Baru Virus Corona Lebih Menular, Pakar Sarankan Pakai Double Kedok

Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)
Ilustrasi Masker. (Pixabay. com/Vesna_Pixi)

Sejak pandemi virus corona Covid-19, pemakaian masker telah menjadi kewajiban untuk mencegah penularan. Masyarakat ijmal disarankan memakai masker kain perut lapis dan masker bedah maupun N95 digunakan oleh tenaga medis.

Akan tetapi sekarang, pakar kesehatan Dr Anthony Fauci mengatakan varian baru virus corona Covid-19 lebih menular daripada varian sebelumnya. Ia berpendapat mematuhi 2 masker sekaligus mungkin bisa membantu melindungi diri.

Baca selengkapnya

4. Taat Pakar, Hubungan Seks Bisa Redakan Nyeri Menstruasi

Ilustrasi seks saat menstruasi. (Shutterstock)
Sketsa seks saat menstruasi. (Shutterstock)

Banyak orang menghindari seks saat menstruasi. Padahal perkara seks saat sedang menstruasi tenyata juga bisa bermanfaat bagi siklus Anda.

Melansir dari Insider , seks membantu menghilangkan kram menstruasi. Kram menstruasi menjadi salah satu keluhan utama saat orang mengalami menstruasi.

Baca selengkapnya

5. Bala Tidur Terlalu Lama, Benarkah Dapat Menyebabkan Kematian?

Ilustrasi tidur. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur. (Shutterstock)

Tidur memang merupakan sebuah keinginan bagi setiap manusia. Tidur dikerjakan agar tubuh kembali fit masa terbangun. Namun, bagi beberapa karakter mengalami gangguan kelebihan tidur. Padahal, kelebihan tidur dapat menyebabkan bervariasi penyakit.

Taat para peneliti, dua faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur biasanya karena depresi dan status sosial ekonomi yang rendah.

Baca selengkapnya