34735-ilustrasi-virus-corona-covid-19-pexelsatcottonbro

Temuan Baru, Hormon Progesteron Perempuan Bisa Bantu Pria Melayani Covid-19

Suara. com kacau Sejak kausa, para ahli telah memperingatkan bahwa pria paling berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 dibandingkan wanita. Tapi, belum lama penelitian menemukan hormon wanita mungkin bisa membantu menekan risiko keparahan akibat virus corona Covid-19 pada pria.

Para peneliti telah menemukan bahwa hormon progesteron perempuan bisa membantu mengurangi efek infeksi virus corona Covid-19 yang serius.

Temuan mereka mencatat kalau menyuntikkan hormon progesteron ini pada pria bisa membantu mereka melawan infeksi virus corona Covid-19 yang berat.

Para peneliti dari California membuktikan temuannya dengan melibatkan 40 pasien pria dengan dirawat di rumah lara karena virus corona Covid-19. Setengah dari mereka diberi suntikan progesteron selama 5 hari sebanyak dua kala sehari.

Baca Juga: Benarkah Virus Corona Inggris Picu Miokarditis pada Hewan Peliharaan?

Para ulung percaya bahwa sifat anti-inflamasi hormon adalah kunci di membantu mengurangi kematian benar-benar akibat infeksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Sketsa virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Studi ini juga dipicu sebab berbagai laporan bahwa adam berisiko tinggi terhadap mair dan penyakit parah akibat virus corona Covid-19 di dalam wanita.

“Saya sebagai doktter ICU terkejut dengan hasil virus corona Covid-19 di dalam pasien pria dan perempuan, ” kata Dr Berarakan Ghandehari, direktur Rehabilitasi Paru di Institut Paru-Paru Serikat Wanita di Cedars, Sinai dikutip dari Express.

Selain itu, beberapa penelitian yang diterbitkan juga membuktikan bahwa wanita pramenopause, dengan biasanya memiliki tingkat progestero lebih tinggi justru mengalami infeksi virus corona bertambah ringan dibandingkan wanita pascamenopause dengan progesteron rendah.

Pada umumnya, tubuh pria dan perempuan secara alami menghasilkan progesteron. Tapi, wanita menghasilkan lebih banyak hormon progesteron selama bertahun-tahun masa reproduksinya.

Baca Serupa: Para Cakap Khawatir dengan Menumpuknya Kotor Masker Medis, Ini Dampaknya

Menurut temuan Medical News Today, yang diterbitkan di Frontiers in Public health,   pria mengarah memiliki gejala dan keruwetan virus corona Covid-19 lebih parah daripada wanita.