68158-vaksin-covid-19

Target 100 Juta Dosis Suntikan Vaksin COVID-19 Hingga Simpulan Agustus, Mungkinkah Tercapai?

Perkataan. com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan 100 juta dosis suntikan vaksin COVID-19 tercapai di akhir kamar Agustus. Mungkinkah?

Hal ini disampaikan Menkes Budi seiring dengan banyaknya stok vaksin yang telah diterima.

“Kita sedang bersakitsakit supaya kita bisa mencapai 100 juta di akhir bulan ini, ” ujarnya, dilansir ANTARA.

Berdasarkan keterangan laju harian vaksinasi COVID-19 di Indonesia hingga Senin, masyarakat yang telah mendapat vaksin dosis pertama mencapai 54. 382. 680 tali jiwa, sedangkan mereka yang sudah mendapatkan dosis kedua/lengkap berjumlah 28. 524. 986 hayat.

Mengucapkan Juga: Tambahan 513 Pasien, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 840. 955 Kasus

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meresmikan Sentra Vaksinasi di Tangerang Daksina (Tangsel), Rabu (2/6/2021) pagi. [ANTARA]

Apabila ditotalkan sejak pertama kali program vaksinasi berjalan di Nusantara mencapai 82. 907. 666 juta jiwa.

Ia membuktikan optimistis target 100 juta suntikan hingga akhir Agustus bisa tercapai, sebab Indonesia sempat menyentuh angka satu, 6 juta suntikan vaksin per hari.

“Dan kemarin kita sempat 1, enam juta per hari, belum seperti yang Bapak Pemimpin inginkan (dua juta suntikan per hari, red. ), tapi dengan kerja membanting kita bisa capai, ” ujar Budi.

Di samping itu, optimisme Budi makin mantap sebab dahulu Indonesia memerlukan waktu hingga tujuh bulan, mulai dari 13 Januari hingga 8 Juli, untuk menyelenggarakan 50 juta suntikan vaksinasi. Saat ini hingga pertengahan Agustus bisa bertambah sekitar 30 juta suntikan.

“Jadi sekitar 27 minggu buat dapat 50 juta (suntikan vaksin, red. ). Beta diberi target dari Pak Menko dan Pak Presiden, ‘Jangan 27 minggu, berikutnya bisa ga selanjutnya tujuh minggu mencapai 50 juta berikutnya? ‘, ” sebutan dia.

Baca Juga: Luhut Klaim Tren Peristiwa Covid-19 Turun 76 Persen Pada PPKM 9-16 Agustus

Dengan percepatan laju vaksinasi itu, ia optimistis bisa mematahkan prediksi salah satu majalah yang menyebut Indonesia baru bisa menyelesaikan vaksinasi selama 10 tahun.