23148-taliban-di-kabul

Taliban Kuasai Afghanistan, WHO Kesulitan Kirim Bantuan Medis

Perkataan. com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku kesulitan mengirim bantuan bagi penduduk Afghanistan, usai negara tersebut jatuh di kendali Taliban.

Dilansir ANTARA, lebih dari 500 ton bantuan medis bagi penduduk Afghanistan yang akan didistribusikan pekan ini tertahan sebab pembatasan di bandara Kabul.

Pasokan tersebut termasuk peralatan bedah dan paket makanan bagi penderita kurang gizi yang payah.

Badan-badan bantuan mengatakan sediaan medis dan makanan tersebut sangat penting bagi kira-kira 300. 000 orang Afghanistan yang terpaksa mengungsi dalam dua bulan terakhir ketika pemberontak Taliban melakukan serangan intensif yang berujung dengan pengambilalihan Kabul pada 15 Agustus.

Baca Juga: Cina Tuntut Warganya di Afghanistan Untuk Berpakaian Muslim

Marinir AS bersama Satuan Tugas Udara-darat Laut Tujuan Khusus – Tanggap Krisis – Komando Pusat, memberikan batuan selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, Jumat (20/8/2021). (via Reuters/US Marines)

Hampir 18, 5 juta orang atau setengah dari populasi Afghanistan bergantung pada bantuan dan kebutuhan mereka diperkirakan akan meningkat akibat bencana kekeringan.

Namun, penutupan bandara Kabul bagi penerbangan komersial telah menghambat pengiriman bantuan, kata direktur kedaruratan regional WHO, Dr. Richard Brennan.

“Ketika mata dunia kini tertuju pada orang-orang yang dievakuasi dan pesawat-pesawat yang pergi ke (Kabul), kami harus mengirimkan pasokan ini untuk membantu mereka yang tertinggal, ” kata Brennan dalam pernyataan.

Dia mengatakan WHO telah meminta pesawat-pesawat kosong singgah di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengangkut pasokan dari gudang mereka dalam perjalanan menuju Afghanistan.

WHO juga tengah mengatur sebuah “jembatan udara kemanusiaan” untuk pengiriman bantuan, kata Brennan.

Baca Juga: Warga Cina di Afghanistan Diminta Berbusana Islami

Direktur eksekutif badan anak-anak PBB UNICEF, Henrietta Fore, pada Senin mengatakan sekitar 10 juta anak di Afghanistan memerlukan bantuan kemanusiaan.