42381-sesak-napas

Tak Selalu Asma, Ini 5 Penyebab Sesak Napas

Suara. com – Penuh napas membuat Anda tidak nyaman. Meski Anda berjuang menarik napas panjang, tapi rasanya paru-paru Anda tidak kunjung mendapat cukup oksigen. Apa penyebabnya?

Dalam beberapa kasus, sesak napas bukanlah keadaan darurat. Tapi, penuh napas juga bisa menjelma tanda suatu kondisi yang mengancam jiwa.

Ketahui lebih jauh perihal apa saja yang dapat menyebabkan sesak napas. Itu dia selengkapnya, seperti dilansir dari Insider.

1. Reaksi alergi
Reaksi alergi terjadi masa sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi berlebihan terhadap kausa alergi atau alergen, misalnya tungau debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan. Sebagian orang juga mampu mengalami reaksi alergi kepada makanan tertentu, seperti susu, ikan, udang, atau kacang.

Mengucapkan Juga: Isyarat Covid pada Ibu Berisi dari Ringan, Sedang hingga Berat

“Reaksi alergi dapat menyebabkan tenggorokan meruncing yang menciptakan kesulitan bernapas, ” kata Troy Madsen, MD, seorang profesor emergency medicine di University of Utah.

Jenis reaksi ini, yang disebut anafilaksis, relatif umum terjadi. Meski sejenis, jika Anda mengalami sesak napas yang disebabkan oleh alergi, ada baiknya buat segera ke rumah rendah untuk mendapat pertolongan. Meski jarang terjadi, reaksi alergi juga dapat menyebabkan tenggorokan Anda tertutup sepenuhnya & menyebabkan kematian.

dua. Bekuan darah di peparu
Emboli paru adalah kondisi serius yang mengancam jiwa yang berlaku ketika gumpalan darah mengalir ke arteri pulmonalis serta menghalangi aliran darah ke paru-paru.

Emboli paru menurunkan aliran darah ke paru-paru, sehingga menekan jumlah darah yang dapat dioksigenasi untuk menyediakan oksigen bagi seluruh tubuh. Situasi inilah yang dapat menimbulkan sesak napas.

Seiring dengan sesak napas, Anda mau merasakan nyeri dada yang semakin parah dan batuk darah lendir berdarah. Orang yang berusia di atas 40 tahun lebih mungkin merasai emboli paru. Begitu selalu orang yang baru saja menjalani operasi dan orang dengan kondisi autoimun.

Baca Pula: Atasi Sesak Napas Saat Isolasi Sendiri, Ini 7 Cara Senam Pernapasan untuk Pasien Covid-19

3. Serbuan cemas
“Kecemasan sering menyebabkan detak dalaman yang cepat, yang sanggup menyebabkan sensasi sesak bernapas, ” kata Madsen.