22815-ilustrasi-tenaga-kesehatan

Tak Sadar Terinfeksi Covid-19, Tenaga Kesehatan Ini Harus Kematian Ibunya

Suara. com porakporanda Cerita mengenai kehilangan anggota keluarga karena Covid-19 semakin hari semakin sering kita dengar, makin tak jarang cerita datang dari tenaga kesehatan.

Sesuai cerita perawat bernama Triliana Purwadesi Yuliar, yang menyala di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung.

Triliana menyebut, ia makin sempat terpapar Covid-19 pada November 2020. Gejala dengan dirasakannya adalah sakit kepala yang hebat.

“Itu yang paling dirasakan saat kecil kepala hebat. Lalu demam tapi sebenarnya tidak hangat pas saya cek, mungkin karena rasa sakit besar itu. Baru besoknya kami nggak masuk karena tidak kuat, ” ungkapnya di acara Lego Covid-19, Kamis (1/7/2021).

Baca Juga: Ngamuk Tak Dapat Bagian Vaksin, Warga Pekanbaru Gasak Panitia Vaksinasi

Triliana mengatakan, saat dirinya melaksanakan PCR pertama hasilnya negatif. Lalu kemudian saat dirujuk kembali untuk PCR, hasil keduanya berakhir positif.

Sejumlah tenaga kesehatan tubuh bersiap melakukan perawatan kepada pasien COVID-19 di Sendi Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Saya periksa Senin dan itu terpaksa harus ke rumah sakit karena tak kuat, mau balik awak saja itu harus sentak napas panjang, karena saturasinya sudah rendah sekali. Oleh karena itu positifnya itu di keadaan Jumat saat ke vila sakit lagi, ” jelasnya.

Triliana juga bercerita dirinya sempat tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. Ia menduga, apa yang dia rasakan sebelumnya bukan sebab Covid-19.

Karena tidak melakukan isolasi sendiri, ia menularkan ke anak sehingga ibunya yang tertular meninggal dunia.

“Di vila saya tidak melakukan isolasi mandiri dan tidak putus dari orang tua. & itu menularkan ke pokok saya yang akhirnya wafat, ” ceritanya.

Baca Juga: Pimpin PPKM Darurat, Luhut Binsar Panjaitan Dijuluki Penguasa Pelindung Alam

Atas pengalaman lewat cerita tersebut, Triliana menegaskan kalau apapun yang terjadi harus tetap patuhi protokol kesehatan tubuh.