Survei Kemenkes: Mayoritas Masyarakat Bersedia Menerima Vaksin Covid-19

Survei Kemenkes: Mayoritas Masyarakat Bersedia Menerima Vaksin Covid-19

Bahana. com – Departemen Kesehatan menyebutkan mayoritas masyarakat Nusantara telah bersedia menerima vaksin Covid-19. Hanya saja, masih ada tujuh persen masyarakat yang menolak vaksin dengan alasan keamanan.

Klaim itu berdasarkan hasil survei bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dengan dukungan dari UNICEF serta WHO. Survei dilakukan pada 19-30 September 2020 dengan mengumpulkan tanggapan lebih dari 115. 000 orang dari 34 provinsi yang mencakup 508 kabupaten/kota atau 99 tip dari seluruh kabupaten/kota.

Hasil survei menunjukkan kalau tiga perempat responden menyatakan telah mendengar tentang vaksin Covid-19 dan dua pertiga responden menyatakan menyetujui menerima vaksin.

“Survei menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia telah mendengar tentang vaksin COVID-19 dan bersedia menerimanya, ” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi melalui bahan tertulis yang diterima suara. com, Rabu (18/11/2020).

Membaca Juga: Menkes Terawan: Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Nusantara Jadi Sorotan Dunia

Hasil survei juga menunjukkan adanya kelompok yang ragu dan sebagian kecil dengan menolak. Dari tujuh persen responden yang menolak, menyebutkan faktor kesejahteraan, efektivitas, dan kehalalan vaksin jadi faktor pertimbangan masyarakat.

Menurut Oscar, tingkat penerimaan berbeda-beda di setiap provinsi karena dilatarbelakangi dengan status ekonomi, keyakinan agama, status pendidikan, & wilayah.

Pada kelompok masyarakat dengan data yang lebih banyak seputar vaksin, mereka cenderung menerima pemberian vaksin Covid-19. Hal yang sama pula terjadi pada responden dengan kepemilikan asuransi kesehatan.

“Ini menegaskan bahwa saat tersebut masih dibutuhkan informasi yang eksak tentang vaksin Covid-19, ” ujar Oscar.

Oscar menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi seputar vaksin Covid-19 terus dilakukan kepada masyarakat.

Baca Juga: BPOM Ungkap Alasan Izin Vaksin Covid-19 Gagal Terbit Desember, Kenapa?

Provinsi Papua dilaporkan memiliki tingkat penerimaan vaksin paling tinggi secara 75 persen. Kemudian diikuti Jawa dan Kalimantan. Provinsi Aceh memiliki tingkat penerimaan terendah dengan 46 persen. Selain Aceh, daerah dengan penerimaan terendah terdapat di tanah Sumatera, Sulawesi dan Maluku.