52247-ilustrasi-virus-corona-covid-19-masker-bedah-pixabaycoyot

Studi Temukan Remaja 3 Kala Lebih Berisiko Rawat Inap akibat Virus Corona

Suara. com – Mulanya, remaja nampaknya mempunyai risiko menjalani rawat inap akibat virus corona Covid-19 yang lebih rendah dibanding orang dewasa. Tapi, suatu penelitian menunjukkan tingkat kunjung rumah sakit akibat virus corona Covid-19 sebenarnya 3 kali lebih besar dibandingkan dengan rawat inap kelanjutan flu.

Temuan dari Tengah Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) berasal dari data FluSurv-NET, sistem pengawasan di 13 negara bagian, membandingkan virus corona Covid-19 dan jaga inap terkait flu di antara anak-anak usia 12-17 tarikh dari Oktober 2020 maka April 2021.

Mereka menemukan bahwa level rawat inap akibat virus corona Covid-19 justru bertambah tinggi dibandingkan flu. Bukti ini merupakan hasil simpulan dari penelitian mengenai situasi tersebut.

“Tingkat rawat inap akibat virus corona Covid-19 secara kumulatif selama 1 Oktober 2020 hingga 24 April 2021 mencapai 2, 5 hingga 3 kali lebih tinggi daripada level rawat inap akibat influenza selama 3 musim influenza, ” kata CDC dikutip dari Fox News.

Baca Juga: Profesor di London Sebut Varian Virus Corona India 100 Persen Lebih Mudah Menular

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Data rawat inap disajikan dalam bentuk mutlak tarif per 100. 000 penduduk, disusun dari minggu ke minggu. Hasil ini menunjukkan lebih dari 35 rawat inap akibat virus corona Covid-19 per 100 ribu penduduk, dibandingkan dengan 15 kasus rawat inap flu per 100. 000 penduduk.

Data ini juga menunjukkan 3 musim flu yang turut diteliti, membuktikan jumlah remaja yang memerlukan rawat inap hampir pas. Meskipun kasus flu musiman tahun 2018-2019 hanya kecil orang yang membutuhkan jaga inap kumulatif.

Flu ialah virus pernapasan lain dengan sering dikaitkan dengan urusan rawat inap dan janji di kalangan remaja, seperti virus corona Covid-19. Karena itu, suntik vaksin Covid-9 sangat direkomendasikan di kalangan remaja.

Para-para peneliti mencatat tingkat pelihara inap akibat Covid-19 pada remaja melebihi kasus flu musiman selama periode yang serupa. Meskipun ada langkah-langkah yang bisa dilakukan sebagai tindak pencegahan dan perlindungan, seolah-olah penggunaan masker, jarak dan sekolah jarak jauh.

“Tanpa langkah-langkah penahanan ini, level rawat inap terkait virus corona Covid-19 mungkin jauh lebih tinggi, ” jelasnya.

Menangkap Juga: Heboh Virus Corona Varian Nepal, Haruskah Khawatir?

Sayangnya, studi ini memiliki keterbatasan termasuk cara tingkat pengujian yang tidak merata diantara pasien virus corona Covid-19 dan Influenza, berpotensi menguasai tingkat flu secara tak proporsional.