48760-ilustrasi-perawat-nakes-dokter-burnout

Studi Kembali Buktikan Kerja Terlalu Bisa Picu Risiko Stroke dan Jantung

Suara. com porakporanda Tak enak badan tapi masih bisa bangun, bisa jalan serta masih bisa pergi ke kantor untuk bekerja? Tahan dulu.   Kerja secara berlebihan terbukti bisa membahayakan tubuh dan kesehatan.

Tak hanya itu saja, berfungsi berlebihan juga meningkatkan risiko kematian dini.

Risiko ini diungkap oleh International Labour Organization (Organisasi Perburuhan Internasional) di mana angka kematian stroke serta penyakit jantung akibat beroperasi telalu keras pada 2016 meningkat hingga 745. 000 orang.

Lebih buruknya lagi, angka kematian akibat beroperasi telah meningkat 29 upah sejak 2000.

Baca Juga: Bingung Lanjut Belajar atau Bekerja? Ini 4 Langkah Untuk Memutuskannya

Dikutip dari Healthline, kegiatan berlebih bisa menjadi urusan hidup dan mati. Saat ini di tengah pandemi Covid-19, bekerja dari rumah selalu telah menjadi masalah dengan serius.

“Teleworking telah menjadi norma di banyak pabrik, seringkali mengaburkan batas jarang rumah dan pekerjaan. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi karyawan dan mengucup operasi untuk menghemat uang, sehingga orang-orang yang masih bekerja dan digaji, berlaku lebih banyak, ” ungkap Tedros Adhanom Ghebreyesus, PhD, direktur jenderal WHO.

Menggunakan laporan WHO lebih tinggi, orang yang bekerja dengan berlebihan lebih dari 55 jam seminggu, dikatakan berisiko terkena stroke sebesar 35 persen, bahkan berakhir mair.

Sementara itu, risiko penyakit jantung iskemik 17 persen lebih tinggi dibanding karyawan yang main selama 35-40 jam semasa seminggu.

Terlalu banyak bekerja tidak hanya menimbulkan masalah stroke dan juga jantung, tetapi beberapa gangguan-gangguan beserta:

Baca Juga: INFOGRAFIS: Covid-19 Bisa Picu Serangan Jantung, Ini Gejalanya!

  1. Psikologis: Merasa pusing, kesulitan memecahkan masalah, membina kesalahan, dan mudah makan.
  2. Fisik: Mudah-mudahan lelah, mengalami sakit besar, merasa tegang, mual serta sakit perut.
  3. Emosional: Menjadi cemas dan khawatir sepanjang waktu, memiliki rasa takut pergi bekerja, dan merasa tidak bergaya.
  4. Interpersonal: Menghindari rekan kerja yang dulu pernah punya masalah, & terlibat banyak konflik dengan orang-orang di tempat kegiatan.
  5. Perilaku: Lebih sering membuat banyak kelengahan, rungau, minum lebih banyak alkohol, bahkan bisa berujung penggunaan narkoba.

Selain bekerja sungguh-sungguh banyak bagi karyawan dewan, dikatakan bekerja berlebihan selalu terjadi pada profesi pembela.