93957-menteri-kesehatan-terawan-agus-putranto-menkes-terawan

Setahun Covid-19, Ini 4 Maklumat Kontroversial Terawan di Asal Pandemi

Suara. com porakporanda Hari itu tepat satu tahun pandemi Covid-19 dikonfirmasi di Nusantara. Pada 2 Maret 2020 lalu, kasus pertama dikonfirmasi dengan pasien yang diidentifikasi sebagai pasien 01 Covid-19.  

Masih membekas dalam ingatan sejumlah pernyataan Terawan Agus Putranto yang masa itu masih menduduki posisi Menteri Kesehatan, mengumumkan peristiwa pertama Covid-19.

Namun kala itu, alih-alih meningkatkan kesadaran masyarakat seputar virus corona, ia bersama-sama beberapa pejabat publik yang lain justru menganggap remeh pandemi Covid-19. Tidak jarang pula ia malah melempar pernyataan kontroversial di awal pandemi.

Berikut beberapa pernyataan mantan Menkes RI periode 2019-2020 yang kini sedang menggodok Vaksin Nusantara untuk Covid-19 itu, yang menimbulkan diskusi dan berhasil dirangkum bahana. com, Selasa (2/3/2021).

Baca Selalu: Wakil Pemangku Kota Bandung Alami Itu Usai Disuntik Vaksin Covid-19

1. Perkiraan Covid-19 dengan doa

Pasien 01 (kebaya merah) bersama Menkes Terawan Agus Putranto di RSPI Sulianti Saroso. (istimewa).
Pasien 01 (kebaya merah) bersama Eks Menkes Terawan Agus Putranto di RSPI Sulianti Saroso. (istimewa).

Pada awal-awal Covid-19 belum terdeteksi di Indonesia, banyak yang mempertanyakan kemampuan Nusantara untuk mendeteksi virus dengan telah memakan korban maka 8000 jiwa ini.

Akan tetapi, Menkes Terawan hampir tak memberikan jawaban yang teknis. Ia diketahui selalu berceloteh bahwa semua karena doa.

“Secara medis adalah doa, semua karena doa. Saya yakin doalah, ” ungkap Menkes periode itu.

2. Seruan minum herbal

Baca Serupa: Ini dua Pasien Pertama Terinfeksi Strain Virus B117 COVID-19

Setelah Covid-19 resmi menyelundup ke Indonesia, bahkan hingga kini angka kasus tentu sudah mencapai lebih dibanding 1, 3 juta peristiwa. Saat itu di pokok pandemi publik mempertanyakan kesiapan Indonesia dalam penanganan virus ini. Alih-alih memberi tangkisan, Menkes Terawan mempromosikan jamu sebagai penguat daya awet tubuh.