65534-ilustrasi-virus-corona-covid-19

Sesudah Varian Delta dan Lambda, Peneliti Juga Khawatirkan Varian Epsilon!

Suara. com kacau Setelah virus corona varian delta & varian lambda yang menjadi varian perhatian, varian epsilon dari SARS-CoV-2 juga turut menjadi perhatian para pengkaji.

Sebuah Penelitian menunjukkan bahwa varian epsilon ini memiliki 3 mutasi pada zat putih telur lonjakannya yang bisa menembus kekebalan atau perlindungan sejak vaksin Covid-19.

Varian epsilon ini mula-mula kali terdeteksi di California, AS pada Juli 2020 lalu. Varian epsilon dengan merupakan garis keturunan B. 1. 429 juga lumrah sebagai CAL. 20C, dengan merupakan varian virus corona.

Varian epsilon ini mempunyai lima mutasi yang mengikat di mana L452R menjadi perhatian khusus.

Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-ciri Covid-19 Varian Delta dengan Wajib Diketahui

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Keburukan (CDC) telah mengkategorikan varian epsilon dan B. satu. 427 sebagai varian perhatian, karena lonjakan kasus dengan mendadak di California.

Studi pracetak menunjukkan bahwa varian epsilon itu sekitar 20 persen lebih mudah menular daripada mutasi virus corona Covid-19 sebelumnya yang terlihat pertama kali di China.

Ilustrasi Virus Corona, varian epsilon (Unsplash/CDC)

Para ahli menyarankan bahwa pergantian spesifik pada varian epsilon termasuk 3 protein lonjakan yang menjadi perhatian tersebut membantu virus menembus kekebalan, yang terbentuk setelah menyemprot vaksin Covid-19 atau setelah terinfeksi virus corona sebelumnya.

Menurut peneliti dari University of Washington dan laboratorium Vir Biotechnology yang berbasis di San Francisco, varian epsilon memiliki tiga mutasi protein lonjakan yang membantunya melemahkan vaksin Covid-19 hingga 70 komisi.

Para ilmuwan mencatat bahwa tiga mutasi pada protein lonjakan varian epsilon mengurangi efektivitas antibodi dalam cucuran darah seseorang, yang dihasilkan dari suntik vaksin ataupun infeksi Covid-19 sebelumnya.

Baca Juga: Belajar dibanding Sherina Munaf, Ini 4 Cara Cegah Penularan Covid-19 dari Paket

Sesudah menguji ketahanan plasma darah dari orang yang divaksinasi dan mereka yang sudah terpapar virus corona, peneliti menemukan bahwa kemampuan buat menetralkan varian epsilon selalu berkurang menjadi 2 tenggat 3, 5 kali.