36967-covid-19

Sedih Banget! IDAI Ungkap 2 Anak Meninggal Setiap Hari Akibat Covid-19

Suara.com – Hari ini, Kamis (24/6/2021), Indonesia memecahkan rekor jumlah kasus Covid-19 baru dalam sehari yang mencapai lebih dari 20.000.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Aman Pulungan, Sp. A., menyampaikan bahwa angka kematian anak akibat Covid-19 mencapai 12,5 persen. Dari persentase tersebut setengahnya merupakan anak balita.

“Datanya sekarang ini sekitar 12,5 persen, kalau kasus (Covid di Indonesia) sekarang sudah 2 juta, berarti sekitar 200 ribu anak sudah terinfeksi Covi,” kata dokter Aman dalam webinar bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Forum Anak, Kamis (24/6/2021).

Dalam satu minggu terakhir, IDAI mencatat aab13 anak yang meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga: COVID-19 Kian Merajalela di Jakarta, Hari Ini 7.505 Orang Positif, Rekor Baru!

“Jadi setiap hari, hampir 2 anak meninggal. Ini cukup tinggi,” imbuh dokter Aman.

Ia menambahkan, lebih dari 50 persen anak meninggal akibat Covid masih berusia di bawah 5 tahun atau balita. Sementara 30 persen lainnya merupakan remaja usia 10-18 tahun.

Dokter Aman anak meminta agar komunitas Forum Anak harus bisa menjadi agen perubahan bagi sesama remaja untuk mau taat protokol kesehatan.

“Saya juga pernah remaja, saya sudah punya cucu tiga anak, jadi remaja ini kelompok manusia yang merasa dunia ini mereka punya. Jadi mereka semaunya sendiri dan tidak mau mendengarkan kecuali yang ngomong inner circle-nya yang ngasih tahu atau yang mereka rasa ini hebat, baru mereka mau dengar,” tutur dokter Aman.

Lebih dari 1,5 tahun pandemi Covid-19 terjadi, virus corona yang jadi penyebab infeksi tidak pernah merasa jenuh. Karena itu, dokter Aman mengingatkan agar para anak juga tidak bosan untuk menghadapi pandemi dengan taat protokol kesehatan dan tidak keluar rumah jika tidak diperlukan.

Baca Juga: Cegah Covid-19, KPK Berlakukan 75 Persen Pegawai Bekerja Dari Rumah

“Virus ini belum capek-capek selama satu setengah tahun. Jadi stamina virus ini belum habis. Bahkan dia membuat varian baru. Sementara kita sebagai manusia yang katanya makhluk Allah yang paling pintar, kita merasa jenuh dan lain-lain. Saya katakan, dari dulu kita katakan bahwa anak ini juga bisa kena covid, anak juga bisa meninggal,” ucapnya.