96742-gor-dijadikan-tempat-isolasi-pasien-otg-covid-19

Sedang Isolasi Mandiri di Vila, Apakah Boleh Tidak Mengenakan Masker?

Suara. com – Isolasi mandiri dilakukan pasien Covid-19 dengan fakta ringan, demi mencegah penularan.

Muncul pertanyaan, apakah bila sedang melakukan isolasi sendiri di rumah boleh tidak menggunakan masker, meski tersedia anggota keluarga lainnya?

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, pemakaian kedok saat isolasi mandiri tergantung dengan kondisi anggota tanggungan lain di rumah itu.

“Kalau positif semua ya tidak masalah, tapi jika satu orang saja, apalagi anggota keluarga sehat, kudu pakai masker. Justru buat melindungi orang dari vila, dia harus pakai masker, ” ungkapnya pada urusan Radio Kesehatan dengan tema Tata Cara Isolasi Mandiri Yang Tepat, Senin (21/6/2021).

Mengucapkan Juga: Bohong Usai Kunjungi Indonesia Perlu Hindari Karantina, Pria Singapura Ditangkap Polisi

Kalau anggota keluarga lain bugar, pasien Covid-19 wajib melangsungkan isolasi mandiri secara terpisah dalam kamar tanpa dapat keluar.

Dr. Reisa mengusulkan, jika ingin memberikan sajian untuk anggota keluarga dengan positif, sebaiknya diletakkan pada depan pintu kamar.

“Dan orangnya yang masak kudu pakai masker. Jadi letakkan di depan kamarnya, letak, biar orang yang pasti yang ambil sambil memakai masker, ” katanya lebih lanjut.

Ia melanjutkan, menjalani masa isolasi harus dimanfaatkan dengan tertib. Istirahat yang cukup, menggunakan obat yang teratur, dan konsumsi makanan yang sehat penting dilakukan demi mempercepat kepulihan.

Meski begitu dr Reisa mengingatkan, isolasi mandiri tidak bisa dilakukan gegabah. Pasien yang ingin isolasi mandiri wajib mendapat rekomendasi persetujuan dari tenaga medis dan dokter.

Baca Juga: Karantina dan Isolasi Mandiri Apa Bedanya? Ini Penjelasan Dokter Reisa

“Jadi yang menentukan isolasi mandiri itu dari gaya medis dan juga sebab dokternya. Dan jika ada hasil positif, dia kudu lapor. Karena isolasi sendiri bukan berarti tidak wakil dan tidak diawasi nakes. Itu harus dipantau tetap, ” lanjut dr. Reisa.