81884-ilustrasi-bibir-sumbing-shutterstock

satu dari 1000 Warga Jember Alami Masalah Bibir Terbelah, Dokter Ungkap Faktor Penyebabnya

Pandangan. com – Badan amal internasional, Smile Train Indonesia menemukan kelaziman penderita bibir sumbing pada Jember, Jawa Timur dengan sangat tinggi.  

Di dalam 2019 saja, satu dibanding 1. 000 orang Jember mengalami kondisi masalah menggempur sumbing.

Biar efek kesehatan tidak terlalu berat, namun masalah melabrak sumbing bisa menyebabkan pengaruh psikologi yang berat, tercatat kemampuan berkomunikasi yang tertahan.

“Angka ini mencerminkan bahwa butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta fasilitas akses untuk mendapatkan pengerjaan bibir sumbing secara lengkap, baik dari sebelum, masa, hingga sesudah operasi, ” ujar dr. Ulfa Elfiah, seorang spesialis bedah plastik, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga: 3 Drama Korea Terpopuler Tentang Standar Kecantikan

Dokter Ulfa juga mengatakan operasi bibir rompeng dan dinding langit-langit oleh karena itu satu-satunya solusi untuk penanggung masalah tersebut.

Hanya secara begitu, penderita bibir sumbing, khususnya anak tidak merasai hambatan tumbuh kembang kausa memiliki fungsi mulut yang berbeda dengan teman-temannya.

Bertambah lanjut, Ketua Yayasan Dewi Kasih sekaligus Kepala UNEJ Medical Center itu serupa mengatakan ada berbagai faktor penyebab tingginya angka kasus bibir sumbing di Jember dan Jawa Timur.

Salah satunya ciri lingkungan, di mana mayoritas masyarakatnya menjadikan pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian.

“Pertanian dan perkebunan yang mayoritas menggunakan pestisida ini akhirnya membuat masyarakat terpapar dan bisa merusak genetik, dan memicu kelahiran bayi sumbing, ” tutur dr. Ulfa.

Baca Juga: Mahasiswa KKN 15 BTV 3 UNEJ Tingkatkan Pikiran Baca Siswa di Era Pandemi

Genetik tersebut dipengaruhi kualitas sperma serta sel telur yang hancur akibat paparan bahan kimia, sehingga meningkatkan risiko bayi lahir sumbing.