62279-ilustrasi-virus-corona-hidung-mimisan-pixabaymohamed-hassan

Sarjana Sebut Mutasi Covid-19 Bisa Menginfeksi Lagi Setiap 2 hingga 4 Tahun

Bahana. com – Seorang ilmuwan terkemuka memperingatkan bahwa mutasi virus corona Covid-19 akan terus menginfeksi kembali orang-orang setiap 2 hingga 4 tahun.

Paul Hunter, professor kedoktteran di University of East Anglia, mengatakan lebih banyak varian baru virus corona yang bermunculan. Bahkan, ketika pandemi virus corona surut, namun tidak semuanya menjadi mengindahkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi 3 varian virus corona mengkhawatirkan yang bisa mempunyai implikasi kesehatan masyarakat signifikan jika menjadi dominan.

Varian baru virus corona yang mengkhawatirkan ini termasuk: varian virus corona Inggris, Afrika Selatan dan Brasil dengan lebih menular. Para terampil mengkhawatirkan varian baru virus corona ini kebal kepada vaksin Covid-19.

Baca Juga: Pertama Kali, Bayi Baru Lahir Punya Antibodi Covid-19 Usai Ibunya Vaksinasi

Prof Hunter mengutarakan sangat sulit untuk memperhitungkan mutasi virus corona Covid-19, tetapi menekan penyebarannya mungkin bisa mencegah penyakit benar-benar.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Ia pula mengimbau pemerintah untuk tetap memantau penyebaran varian hangat virus corona Covid-19 dengan cermat. Prof Hunter mengutarakan bahwa varian baru virus corona itu berkembang sangat jelas serta beberapa varian baru virus corona merembet cepat dan menjadi besar.

“Banyak virus corona dengan sudah ada selama kaum dekade. Virus ini biar perlahan bermutasi dan akhirnya menginfeksi kembali setiap perut hingga 4 tahun secara virus yang sama, ” jelas Prof Hunter dikutip dari The Sun .

Prof Hunter cenderung melihat mutasi ini terjadi di dalam virus corona. Tapi, benar sulit untuk memprediksi apa yang terjadi dengan varian baru virus corona.

“Karena itu, kami harus mengawasinya dan memastikan varian anyar virus corona tidak menimbulkan kondisi yang lebih membatalkan, ” jelasnya.

Baca Juga: Waspada, Ilmuwan Peringatkan Risiko Gelombang Ketiga Virus Corona Covid-19

Pada hal ini, varian mutakhir virus corona Afrika Selatan dan Brasil mengandung mutasi E484K, yang dianggap kukuh terhadap antibodi penetral dengan diproduksi oleh tubuh buat melawan virus.