47629-ilustrasi-ibu-hamil-jogging

R

Suara. com – Perempuan memang perlu ekstra berhati-hati selama kala kehamilan, termasuk olahraga saat hamil. Banyak yang menyangka bahwa berlari menjadi satu diantara olahraga yang perlu dihindari saat hamil.

Melansir dibanding Healthshots, Dr Manisha Ranjan Konsultan Kebidanan dan Perut di Rumah Sakit Motherhood India mengatakan bahwa berlari tidak akan membahayakan budak Anda.  

“Anda harus mematuhi tindakan pencegahan tertentu seperti mengenakan sepatu lari yang baik, bra olahraga, dan hubungan penyangga perut. Anda menetapkan minum banyak cairan sebelum, selama, dan setelah latihan, ” kata dokter Ranjan.

“Aktivitas fisik baik buat tubuh selama kehamilan tetapi tidak ada gunanya melakukannya secara berlebihan, ” imbuhnya.

Baca Juga: Duh! Tanpa Nikah, Nikita Mirzani Pengen Hamil dengan Dimas Beck

Selain tersebut, dokter Ranjan juga menyarankan untuk menyertakan latihan kekuatan seperti lunge, squat, & angkat beban ringan bersama dengan berlari karena ibu hamil lebih rentan menikmati cedera otot.

“Tubuh Anda membutuhkan kalori ekstra zaman berolahraga selama kehamilan. Buat menjaga tingkat energi Kamu selama latihan, makanlah nyamikan sebelum latihan seperti sekerat buah atau roti membakar dengan selai kacang, ” ujar dokter Ranjan.

Kamu bisa terus berlari sampai trimester ketiga (minggu 28 sampai 40). Anda bisa terus berolahraga selama Anda merasa sehat dan aman. Jika Anda merasa baik-baik saja, Anda dapat tentu aktif sampai kelahiran budak Anda.

Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

“Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), wanita berisi harus mendapatkan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik kehebatan sedang setiap minggu. Ini adalah latihan yang memajukan detak jantung Anda serta menyebabkan keringat, termasuk berlari, ” kata dokter Ranjan.

“Anda perlu berkonsultasi secara dokter Anda sekali pra terlibat dalam segala macam aktivitas fisik yang berat. Jika Anda mengalami kehamilan yang rumit, berlari sanggup berisiko dan menyebabkan perdarahan, masalah plasenta atau pre-eklamsia. Tapi, bagi mereka dengan mengalami kehamilan tanpa keruwetan, para ahli mengatakan tidak ada salahnya menjaga rutinitas olahraga, ” ujarnya.

Baca Juga: Ibu Berisi Boleh Mudik Lebaran Jika Mendesak, Ini Syarat Lengkapnya