29327-ibu-hamil-envato

Pokok Hamil Positif Covid-19, Perlukah Anak Divaksinasi Ketika Telah Lahir?

Suara. com – Vaksinasi Covid-19 bergerak dengan mengenalkan sistem kalis tubuh terhadap virus, demi membentuk antibodi. Harapannya, antibodi yang terbentuk bisa menangani tubuh ketika virus yang sama kembali menginfeksi di lalu hari.

Lalu, bagaimana secara ibu hamil yang pernah terinfeksi Covid-19? Bukankah dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi? Perlukah anak dan ibu kembali mendapatkan vaksinasi lanjutan?

Menjawab perkara ini, Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Padjajaran (UNPAD) Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp. A., M. Sc, mengatakan memang ada kemungkinan ibu menurunkan antibodi yang dimilikinya ke anak.

“Ada dengan namanya maternal immunity, tapi jumlahnya sangat sedikit. Misalnya pada penyakit influenza, perlindungannya hanya 3-6 bulan. Atau pada campak, cuma datang 9 bulan. Makanya kalau anak itu wajib dapat imunisasi campak lagi dalam usia 9 bulan, ” ungkap Prof Cissy, pada webinar SuaraLive Menyongsong Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga: Ibu Hamil Positif Covid-19 Gegara Tak Taat Protokol Kesehatan, Curhatan Dokter Ini Viral

Karena jumlah perlindungan yang masih kurang dan belum maksimal, oleh sebab itu Prof Cissy mengatakan menetapkan ada suntikan imunisasi bunga sebagai dosis penguat.

“Sesudah lahir nanti (anaknya -red) juga perlu. Memang belum ada penelitiannya tapi barangkali cuma butuh satu kali. Sama untuk ibunya selalu minimal satu kali karena di dalam tubuhnya telah ada proteksi, walaupun kurang, ” tambahnya lagi.

Taat Prof Cissy, anak dasar bukan termasuk ke dalam kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Selain risiko transmisi yang rendah, angka kematiannya pun jauh lebih kecil daripada kelompok usia lain.

Meski sejenis ia menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19 tetap dilakukan. Apa alasannya?

“Vaksinasi anak sanggup membantu mencegah transimisi virus dan mencapai herd immunity, yakni 70 persen populasi sudah memiliki antibodi, ” tambahnya.

Baca Juga: FGD: Sudah Lewatkah Masa Genting? Antara Kebal serta Bebal Covid-19