61145-ilustrasi-sekolah-dibuka-di-tengah-pandemi

Petunjuk Terbaru CDC Jika Membiasakan Tatap Muka Dimulai

Suara. com – Pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 gajah, menteri pendidikan, menteri kesehatan, menteri agama, dan menko PMK mentargetkan pembukaan sekolah terbatas pada Juli 2021.

Merespon hal ini Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Univeristas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama, berharap pemerintah menyimak panduan terbaru pembukaan sekolah daripada Center of Disease Control (CDC) Amerika Serikat dalam 19 Maret 2021 cerai-berai.

“Mereka memodernkan aturan ini berdasar perkembangan bukti ilmiah terbaru tentang kemungkinan berapa jarak transmisi yang mungkin terjadi dalam berbagai keadaan, ” terang Prof. Yoga berdasarkan keterangannya kepada suara. com, Selasa (30/3/2021)

Panduan CDC yang baru ini menyebutkan mengenai jaga jarak di sekolah, sebagai berikut:

Baca Juga: Sekolah Tatap Depan Siap Dimulai, Satgas Ungkap Jumlah Kasus Covid-19 Bani

  1. Pada Madrasah Dasar, setidaknya ada renggang 3 kaki atau kira-kira 1 meter.
  2. Pada SMP dan SMA, murid harus jaga senggang setidaknya 3 kaki atau sekitar 1 meter, pada area yang mereka ucap sebagai penularan masyarakat kecil, sedang dan cukup.
    Pada area dengan transmisi masyarakat yang tinggi oleh karena itu jarak antar murid sebaiknya 6 kaki atau 1. 8288 meter.
  3. Jarak 6 kaki ataupun 1, 8 meter harus tetap dijaga antara orang dewasa (guru dan staf sekolah), antara orang masa dan murid di sekolah, kalau masker tidak dimanfaatkan (misalnya ketika makan).
    Lalu, pada keadaan dimana orang banyak mengeluarkan bernapas (seperti bernyanyi, berteriak, olahraga, dan lain-lain) di kawasan tertutup dan sebaiknya kalau ada kegiatan seperti tersebut dilakukan di ruang terkuak saja.

“Juga dianjurkan agar barang-barang tidak penting dikeluarkan sebab kelas dan dilakukan modifikasi di kelas untuk menjamin jaga jarak antar pengikut, ” terang Prof. Yoga.

“Tentu juga harus dihilangkan atau dikurangi interaksi dengan tidak terlalu penting, semacam makan pada saat yang sama dan lain-lain. Tamu yang datang ke sekolah juga harus dibatasi, yang amat perlu saja, ” lanjutnya.

Tidak hanya itu ada 4 panduan lain yang disampaikan CDC Amerika, seperti:

  1. Perlu diatur jam putaran sekolah supaya tidak sungguh-sungguh penuh murid di sekolah pada suatu waktu terbatas.
  2. Berbagai petunjuk rinci lain tentang penerapan masker dan cuci lengah.
  3. Kebersihan dunia, bangku, kelas, dan madrasah.
  4. Prosedur peluang tes dan penelusuran kejadian bila diperlukan.

“Karena di Amerika Serikat ada bis madrasah, maka juga dibuat aturan di dalam bis, semacam jarak antar kursi yang boleh diduduki, penggunaan masker, jendela bis dibuka, ” pungkas Prof. Yoga.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka, Menkes Budi: Bani Usai 2-18 Mudah Sembuh dari Covid-19