shutterstock_142571710

Pertarakan Bantu Turunkan Tekanan Pembawaan Tinggi, Ini Buktinya!

Pandangan. com – Puasa memberikan banyak kebaikan kesehatan tak terduga, tercatat mengontrol tekanan darah agung. Para peneliti pun menjumpai puasa bisa menurunkan tekanan darah tinggi dengan membuat kembali mikrobiota usus.

Menetapkan dipahami tekanan darah agung adalah suatu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit dalaman dan stroke. Tekanan darah tinggi ini terjadi akibat disbiosis usus, yang serupa bisa memicu dampak membatalkan lain pada kesehatan tubuh.

Dr David J Durgan dan rekannya di Baylor College of Medicine pun mencari cakap manfaat puasa untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara melibatkan hewan. Hasil studi mereka menunjukkan bahwa kekacauan microbiota usus, yang lumrah sebagai disbiosis usus mampu berdampak buruk pada tekanan darah.

Dr David, asisten profesor anestologi di Baylor, mengatakan studi mereka sebelumnya menunjukkan bahwa komposisi microbiota usus pada hewan yang hipertensi, seperti tikus hati duka stroke, berbeda dengan hewan yang memiliki tekanan darah normal.

Baca Juga: Indonesia Kedatangan Vaksin Covid-19 Lagi, dari Sinovac & Sinopharm

Para peneliti juga telah menemukan bahwa transplantasi microbiota usus disbiotik dari hewan yang darah tinggi menjadi normotensive (memiliki lagu darah yang sehat).

Tekanan darah luhur, hipertensi (Pixabay/McRonny)

“Hasil ini membuktikan bahwa disbiosis usus bukan hanya dampak dari darah tinggi, tetapi juga bisa menjelma sumber penyebabnya, ” logat Dr David dikutip sebab Health Shots.

Mulanya, mereka menginvestigasi potensi manipulasi microbiota disbiotik usus bisa mencegah darah tinggi atau tidak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa puasa salah sattu pendorong Utama susunan microbiota usus dan kausa efek kardiovaskular. Tapi, belajar ini tidak memberikan keterangan yang jelas mengenai hubungan antara mikrobiotak usus secara tekanan darah tinggi.

Lalu, mereka mencari jalan mencari tahu tentang daya microbiota usus mengatur lagu darah. Pada pengamatan kedua ini, mereka menerapkan penyelidikan urutan seluruh genom dari microbiota dan analisis metabolomic plasma serta luminal gastrointestinal.

Di antara perubahan dengan kami amati, perubahan metabolisme asam empedu menonjol sebagai mediator potensial tekanan pembawaan, ” kata Dr David.

Membaca Juga: Virus Corona Menyerbu Pelosok, Paranormal di Pedesaan India Laku Manis

Tim pengkaji menemukan bahwa hewan darah tinggi yang disebut makan biasanya memiliki asam empedu bertambah rendah dalam sirkulasi darah dibandingkan hewan normotensi.

Di kamar Ramadhan penuh berkah tersebut, mari kita ringankan bagasi saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah kebiasaan lewat sedekah makanan beserta Suara. com di laman Indonesia Sosial. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!