20304-sekolah-tatap-muka

Peristiwa Covid-19 Melonjak, Kemendikbud Ristek Pastikan Sekolah Tatap Muka Lanjut Terus

Suara. com porakporanda Kasus Covid-19 di Indonesia kembali menggila drastis. Itu dibuktikan menggunakan penuhnya Rumah Sakit Genting (RSD) Wisma Atlet pada Jakarta dan sejumlah banyak rumah sakit di Suci, Jawa Tengah dalam besar minggu terakhir.

Namun Eksekutif Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudi Ristek)  Sri Wahyuningsih memastikan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada sekolah serentak akan lestari dimulai Juli 2021 kelak.

“Sekarang berlaku lagi lonjakan kasus Covid-19, tentunya ini adalah kondisi yang memprihatinkan, dan kita harus betul-betul cek balik peraturan SKB 4 gajah, ” ungkap Sri pada acara diskusi virtual, Rabu (16/6/2021).

Peraturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, yakni menteri pendidikan, menteri agama, menteri kesehatan serta menteri dalam negeri merupakan dasar sekolah untuk mengacu PTM terbatas di pusat pandemi.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Membludak, Wisma Atlet Minta Tarik Rem Darurat

“Karena (dalam SKB 4 menteri), wajib membuka pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, yang diutamakan adalah satu daerahnya sudah terkonfirmasi zona hijau, terkonfirmasi aman, ” jelas Sri.

Sehingga walaupun bahan menunjukkan beberapa daerah menemui kenaikan kasus Covid-19, namun daerah termasuk kategori tenteram alias zona hijau Covid-19 akan tetap melaksanakan PTM terbatas.

Sri mencontohkan seandainya daerah A masuk daerah hijau Covid-19, namun sebelahnya daerah B masuk daerah kuning, maka sekolah pada daerah A tetap kudu menjalankan PTM terbatas. Sehingga tidak semua daerah oleh sebab itu batal melaksanakan PTM terpatok.

“Maka saya mendorong pemerintah daerah membuka sekolah di klaster aman, jadi tidak menutup secara keseluruhan, jadi pemberlakuan rasio mikro PTM terbatas, ” terang Sri.

Dalam SKB 4 menteri juga disebutkan guru harus sudah disuntik vaksin Covid-19, sekolah sudah mengisi daftar periksa karena berhasil memenuhi syarat wahana, dan sudah mendapat persetujuan dari orangtua, maka sekolah bisa kembali membuka penelaahan tatap muka.

Baca Juga: 2 Anaknya Membangun Covid-19, Zaskia Panik Bhre Kata Demam Belum 24 Jam Langsung Tes PCR

Tambahan lainnya, daya maksimal siswa 50 komisi di ruang kelas buat tingkat SD, SMP, SMA atau SMK. Sedangkan buat PAUD dan Sekolah Istimewa (SLB) maksimal 5 karakter dalam satu kelas.