98405-ilustrasi-medical-check-up

Penanggung Aritmia Jantung Harus Rutin Lakukan Medical Check Up

Suara. com – Aritmia adalah salah satu aib jantung dimana penderitanya kerap tak sadar memiliki penyakit ini, karena seringkali tidak menimbulkan gejala. Kekhawatiran terbesar dari kelainan irama dalaman atau aritmia ini adalah sebab penyakit ini secara mendadak bisa membuat penderitanya mengalami serangan dalaman, stroke, hingga kematian karena gagal jantung.

Lalu, apa penyebab seseorang bisa megalami aritmia?

Jantung mempunyai sistem listrik sendiri yang dapat mengendalikan laju dan irama jantung. Pada setiap denyutan, arus listrik akan menyebar daripada bagian atas jantung ke arah bawah. Aliran arus listrik dengan berjalan dengan normal akan membina jantung berkontraksi dan memompa darah.

Sistem listrik jantung dimulai dari sekelompok sel yang disebut sinus node atau nodus sinoatrial (SA).

Baca Juga: Pangkas Rasa Bersalah, Lakukan Itu Usai Konsumsi Makanan Kolesterol Luhur

“Selama arus tersebut berjalan dengan normal dari atas ke arah bawah jantung, arus akan mengatur waktu aktifitas dari sel jantung. Arus listrik inilah yang membuahkan dua serambi berkontraksi terlebih awal kemudian akan diikuti dengan ke-2 bilik yang berada di arah bawah jantung, ” ujar dr. Ignatius Yansen NG., Sp. JP(K), FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Konsultan Elektrofisiologi, berdasarkan siaran pers yang diterima suara. com, Selasa (19/1/2021).

“Dengan berkontraksinya kedua sekat jantung, maka darah akan dipompa ke seluruh tubuh dan paru – paru. Kombinasi dari pengurangan serambi dan bilik akan menghasilkan denyutan jantung, ” sambung dr. Ignatius.

Pada kasus bradikardia, akan terjadi gangguan pada signal listrik pada jantung akan mengakibatkan kelainan irama jantung, di mana jantung bakal berdenyut lebih pelan dari seharusnya.

Hal ini disebabkan karena rusaknya pacu dalaman alami (SA) atau adanya provokasi pada sistem konduksi listrik di jantung. Sehingga alat pacu dalaman permanen (Permanent Pacemaker) dengan tenaga listrik yang berkekuatan rendah mau mengatasi kelainan signal listrik tersebut.

Awut-awutan, bagaimana cara mengatasi bradiaritmia?

Baca Juga: Jarang Diketahui, Keju Ternyata Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Anak obat dengan gejala penyakit artimia kudu di kontrol lebih lanjut oleh dokter spesialis jantung agar termonitor secara teratur. Bila dirasa kegiatan jantung terlalu lemah dengan level kegawatan tinggi, dokter akan mengusulkan pasien menggunakan alat pacu jantung untuk menstabilkan irama jantung, menghilangkan keluhan atau gejala bradikardia sesuai lemas dan hilang kesadaran.

Itu sebabnya, penting bagi penderita aritmia dalaman untuk selalu kontrol rutin ke dokter.