Nilai Kematian Dokter Terus Meroket, Servis Kesehatan Indonesia Terancam

Nilai Kematian Dokter Terus Meroket, Servis Kesehatan Indonesia Terancam

–>

Pandangan. com – Total dokter yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Pada catatan Tim Mitigasi PB IDI hingga 3 Oktober 2020, sebesar 130 dokter dikabarkan meninggal dunia akibat virus corona.

Hal yang mengharukan adalah meski pemerintah dan banyak pihak gencar mengampanyekan pentingnya adat kesehatan, namun jumlah kematian gaya kesehatan terutama dokter semakin beranjak pesat.

Angka kematian yang cepat ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya sembarangan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan namun juga tidak peduli pada kesejahteraan tenaga kesehatan.

“Kehilangan para tenaga kesehatan tubuh merupakan kerugian besar bagi sebuah bangsa terutama dalam mempertahankan & pengembangan aspek kesehatan, ” perkataan dr Ari Kusuma, SpOG(K) – Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI dalam keterangan pers yang diterima Suara. com, (3/10/2020).

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan jumlah tenaga kesehatan terutama tabib terendah di Asia terendah. Makin sebelum pandemi.

Data kematian dokter di Indonesia. (Dok: Awak Mitigasi IDI)

Ari menjelaskan, dengan jumlah dokter yang ada, rata-rata 1 (satu) orang dokter diestimasikan melayani 3, 000 (tiga ribu) masyarakat.

“Dengan banyaknya korban dari pihak tenaga kesehatan tubuh saat ini, maka kedepannya servis kesehatan pada pasien baik covid maupun non covid akan terganggu karena kurangnya tenaga medis, ” kata dr Ari.

Lebih jauh, tim Mitigasi PB IDI berharap masyarakat tak menganggap remeh pandemi Covid ini. Semakin masyarakat abai terhadap adat kesehatan, maka Indonesia akan sulit melewati masa pandemi ini.

Bukan cuma kerugian secara ekonomi yang berlaku namun juga korban jiwa indah tenaga kesehatan, keluarga, maupun diri sendiri.

DR dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV selaku Ketua Tim Protokol dari Tim Mitigasi IDI mengingatkan, “Penggunaan Masker yang baik dan betul sangat penting dalam upaya menutup rantai penularan COVID-19 termasuk membentengi diri kita dan orang lain yang kita sayangi dari tertular COVID-19 maka langkah 3M kudu dilaksanakan. ”