13299-manula

Menuntut AS: Covid-19 Memangkas Harapan Tumbuh Lebih dari Setahun

Suara. com awut-awutan Virus coronaCovid-19 telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Sebuah studi baru-baru ini memperkirakan harapan hidup rata-rata di Amerika Serikat (AS) turun lebih dari setahun pada 2020, dengan kematian akibat Covid-19.

Dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences , studi dilakukan oleh para peneliti dari Princeton dan University of Southern California. Studi tersebut menawarkan empat proyeksi berdasarkan perkiraan total kematian akibat virus korona AS hingga 31 Desember, yang berasal dari Institute for Health Metrics and Evaluation.

“Penurunan tumpuan hidup tahun 2020 di GANDAR diproyeksikan melebihi sebagian besar negara berpenghasilan tinggi lainnya, yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat, yang telah memiliki harapan hidup di lembah semua negara maju berpenghasilan agung sebelum pandemi, akan melihat jalan hidupnya jatuh lebih jauh dalam belakang rekan-rekannya, ” tulis para-para peneliti dalam penelitian tersebut.

Dalam retrospeksi, AS hampir memenuhi skenario mair yang lebih tinggi, yang patuh penulis studi menunjukkan 348. 000 kematian pada akhir tahun cerai-berai. Demikian dilansir dari Fox News.  

Baca Juga: Mahfud MD: Pemerintah Gunakan Ini untuk Program Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi angka harapan hidup. (Shutterstock)
Ilustrasi angka harapan tumbuh. (Shutterstock)

Patuh data dari Universitas Johns Hopkins, ada sekitar 345. 900 mair yang dilaporkan akibat virus corona Covid-19 pada 31 Desember. Angka kematian sejak itu membengkak menjadi setidaknya 388. 692 pada Jumat pagi, dengan negara melaporkan 3. 928 kematian tambahan pada keadaan terakhir.

Jika pandemi tidak terjadi, setia studi mencatat bahwa seseorang dengan lahir pada tahun 2020, rata-rata, akan hidup sampai sekitar 79 tahun. Meskipun para peneliti meramalkan kematian suram yang disebabkan sebab virus itu berkurang hampir satu, 22 tahun dari rata-rata mengencangkan hidup.

Populasi kulit hitam dan Latin Amerika diproyeksikan mengalami penurunan harapan hidup yang jauh lebih besar dibandingkan dengan populasi kulit suci. Di sini para peneliti mengambil “ketidaksetaraan struktural yang bertahan lama” yang meningkatkan risiko kematian & paparan Covid-19.

Faktanya, penurunan harapan hidup pada antara minoritas ini diproyeksikan menjadi sekitar tiga kali lipat dari populasi kulit putih.

Di bawah ringkasan kematian yang lebih tinggi, jalan hidup diproyeksikan menjadi 0, 73 (tahun) lebih rendah untuk populasi kulit putih, 2, 26 (tahun) lebih rendah untuk populasi kulit hitam, dan 3, 28 (tahun) lebih rendah untuk populasi Latino.

Baca Juga: Hasil Tes Rapid Massal, Sejumlah 20 Santri Positif Covid-19

Para peneliti mengatakan jumlah objek yang lebih besar mungkin terpaut dengan pekerjaan bergaji rendah, kematian pekerjaan dan masalah asuransi kesehatan. Selain itu juga eksposur efek tinggi di antara pekerja penting, perumahan yang ramai dan ketergantungan pada transportasi umum, di antara faktor-faktor lainnya.

“Korban yang lebih mulia untuk populasi kulit hitam dan Latin muncul karena tingkat moralitas Covid-19 yang lebih tinggi serta kerentanan yang lebih besar kepada Covid-19 pada usia yang lebih muda di antara kelompok-kelompok ini dibandingkan dengan orang kulit putih, ” demikian pernyataan penulis pengkajian.

Sebagai catatan, tim memeriksa kesenjangan di harapan hidup antara kelompok suku bangsa, menemukan sekitar 39% pelebaran di “kesenjangan harapan hidup Kulit Hitam-Putih, ” dari 3, 6 menjelma lebih dari lima tahun, yang menurut para peneliti berjalan tertinggal dari kemajuan yang terlihat di 15 terakhir tahun.