37933-ilustrasi-covid-19

Menggunakan Survey Seropositif, Perokok disebut Berisiko Lebih Rendah Covid-19

Suara. com semrawut Perokok dan vegetarian mungkin berisiko lebih rendah terinfeksi virus corona Covid-19. Hal itu dinyatakan dalam survey seropositif (orang yang telah terinfeksi) melalui penelitian antibodi di India yang dikerjakan oleh Council of Scientific and Industrial Research India (CSIR) di hampir 40 institutnya.

Survei tersebut serupa menemukan bahwa mereka yang bergolongan darah O mungkin kurang sensitif terhadap infeksi. Sementara orang dengan golongan darah B dan AB berisiko lebih tinggi.

Untuk studinya, CSIR mengambil sampel dari 10. 427 individu dewasa yang bekerja di lab. atau institusi beserta anggota keluarganya. Studi ini dipimpin oleh CSIR-Institute of Genomics and Integrative Biology (IGIB).

Studi ini menyebutkan dari 10. 427 individu, 1. 058 antara lain atau 10, 14 persen mempunyai antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Baca Juga: Informasi Baik, Astronot Apollo 11 Buzz Aldrin Dapat Vaksin Covid-19

“Penemuan kami menunjukkan bahwa perokok cenderung tidak menjadi seropositif (orang dengan telah terinfeksi), ” catat para peneliti.

“Ini laporan pertama dari populasi umum dan bagian dari data yang berkembang bahwa meskipun Covid-19 adalah penyakit pernapasan, merokok jadi melindungi, ” kata penelitian itu.

Pengkajian ini juga mengutip dua studi dari Prancis dan laporan sejenis dari Italia, New York dan China yang melaporkan tingkat infeksi yang lebih rendah di kurun perokok.

“Studi tersebut menemukan bahwa seropositif yang lebih tinggi ditemukan pada mereka yang menggunakan transportasi umum dan dengan pekerjaan seperti petugas kebahagiaan, petugas keluarga, bukan perokok, & non-vegetarian, ” kata Shantanu Sengupta, ilmuwan senior di IGIB & salah satu dari rekan penulis makalah tersebut.

“Penggunaan transportasi pribadi, pekerjaan dengan eksposur rendah, merokok, vegetarian dan golongan darah A ataupun O tampaknya melindungi, ” catat para peneliti.

Membaca Juga: PSSI Batalkan Kompetisi 2020, Ini Komentar PSIS Semarang

Dampak merokok pada keluarga. (Shutterstock)
Dampak merokok pada keluarga. (Shutterstock)

Sengupta mengatakan bahwa pengkajian ini memantau selama tiga bulan pada 35 individu hingga enam bulan pada 346 individu untuk melihat antibodi.

“Kami melakukan tes antibodi normal dan tes antibodi netralisasi untuk memahami prevalensi dan durasi antibodi, ” katanya.