23680-tiga-terminal-bus-akap-di-jakarta-ditutup-selama-larangan-mudik

Menelaah dari Tahun Lalu, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tidak Mudik

Suara. com – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak mudik pada libur Lebaran mendatang.

Hal ini dipertegas dengan adanya kecendekiaan pelarangan mudik yang dimulai pada tanggal 6-17 Mei 2021.

Tukang Bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat perlu belajar dari kemahiran tahun lalu, di mana mudik meningkatkan kasus Covid-19 secara signifikan.

“Seperti di dalam libur Idul Fitri tahun lalu, yang terjadi lonjakan hingga 600 kasus pada setiap harinya. Begitu juga libur Hari Kemerdekaan, yang melonjak hingga 1. 100 kasus per hari, ” ungkapnya lewat Dialog KPCPEN, Mudik Ditunda Pandemi Mereda, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga: Tiga Terminal Bus AKAP di Jakarta Ditutup Semasa Larangan Mudik

Ia mengatakan jika masyarakat tentu memaksakan mudik, maka risiko orang lain, baik itu keluarga, kerabat, maupun tetangga, tertular Covid-19 semakin tinggi.

Apalagi pada populasi lansia dengan penyakit komorbid, terkena Covid-19 bisa menyebabkan kefatalan.

“Kenaikan kasus penularan tersebut artinya nyawa. Jadi tersebut konsekuensi publik yang kudu kita tanggung. Karena itu, jangan lakukan mudik, ” tambahnya lagi.

Pada kesempatan yang setara, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan biar mudik dilarang, operasi pemindahan logistik tetap berjalan eperti biasa. Begitu juga lawatan keluarga yang sedang rendah, kunjungan duka, ibu hamil, dan pelayanan kesehatan penting.

Mobilitas masyarakat di asing tanggal larangan mudik, taat Adita Irawati, juga mau dibatasi. Hal ini supaya moda transportasi tidak terisi penuh oleh penumpang dan tetap bisa jaga jangka.

Menangkap Juga: Larangan Mudik 2021 Naik Motor 6-17 Mei 2021, Sanksi dan Pengecualian

“Kami juga minta kepada moda transportasi publik jangan datang demand yang terjadi tak bisa diantisipasi karena keterbatasan armada. Justru ini menjelma penumpukan dan lonjakan penumpang, antrean, dan kerumunan, ” ungkapnya.