34064-ilustrasi-hemofilia

Memahami Profilaksis, Metode Pengobatan Pengampu Dunia Untuk Hemofilia

Bahana. com – Meski di Indonesia belum ada standar penanganan hemofilia, namun President of World Federation of Hemophilia, Cesar Alejandro Garrido mengatakan profilaksis sudah menjadi pengobatan penumpu hemofilia di seluruh negeri.

Hemofilia adalah kondisi pada mana seseorang mengalami provokasi darah tidak bisa membeku dengan baik.

Hasilnya saat mengalami pendarahan atau terluka, darah sulit dihentikan dan ini bisa mengancam nyawa.

“Panduan   pengobatan edisi ke-3 kami menetapkan bahwa profilaksis ialah pengobatan standar di   berbagai negara, ” ujar Cesar dalam acara Konvensi Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) beberapa waktu lulus.

Membaca Juga: Hari Hemofilia Sedunia, Ketahui Pengantara dan Jenis Kelainan Garib ini!

Adapun profilaksis adalah serupa terapi pengobatan pencegahan agar terjadi pemekatan darah secara normal, dalam pasien hemofilia berat. Biasanya diberikan 2 hingga 3 kali seminggu untuk menyekat timbulnya pendarahan.

Ilustrasi darah. (Pixabay)
Ilustrasi darah. (Pixabay)

“Pasien hemofilia perlu mendapatkan pengobatan yang lebih efektif agar mengurangi pendarahan atau bahkan tidak mengalami pendarahan, dan dengan demikian mengurangi konsekuensi akibat tata laksana yang membatalkan, ” ungkap Cesar.

Biar Indonesia juga punya standar penanganan hemofilia, Menteri Kesehatan Budi Sadikin Gunadi berencana akan membuat Pedoman Penyajian Kedokteran (PNPK) khusus hemofilia.

“Dengan adanya ini tata laksana hemofilia yang ditandatangani menteri kesehatan, bisa digunakan sebagai acuan bagi seluruh tenaga medis maupun tenaga lainnya, yang menggerakkan pelayanan pasien-pasien, ” ujar Menkes Budi saat membuka acara Kongres HMHI.

PNPK Hemofilia ini menurut Menkes bisa digunakan misalnya standar prosedur operasional pengobatan hemofilia di Indonesia bagi seluruh dokter di Nusantara. Mengingat saat ini prosedurnya masih beragam dan berbeda-beda.

Mengucapkan Juga: Lidah Pria ini Mendadak Hitam dan Bengkak, Ternyata Tanda Hemofilia!

PNPK sendiri sudah ada sejak 2010 berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438 tentang Pengampu Pelayanan Kedokteran. Ibaratnya PNPK seumpama standar prosedur operasional pengobatan di Indonesia.