37933-ilustrasi-covid-19

Melancarkan dari India, Indonesia Perlu Perkuat Protokol Kesehatan

Suara. com – Era ini, pemerintah India tengah dihantam tsunami Corona pokok kasus infeksi harian Covid-19 di India telah mencapai rekor tertinggi, melebihi peristiwa di Indonesia dalam kira-kira hari terakhir. Lonjakan penularan Covid-19 terjadi karena bangsa mulai abai terhadap protokol kesehatan. Masyarakat diduga mulai lelah dan menganggap pagebluk Corona sudah tidak ada atau Pandemic Fatigue.

Melancarkan dari gelombang penyebaran Covid-19 di India, pemerintah Nusantara saat ini masih berjuang untuk meningkatkan tingkat loyalitas masyarakat terhadap protokol kesehatan di tengah upaya percepatan vaksinasi Covid-19. Pasalnya sedang banyak masyarakat kembali hidup dengan cara sebelum adanya pandemi karena sudah merasa jenuh berjibaku dengan pandemi Covid-19.

“Pelajaran yang harus kita pegang dari kejadian di India adalah, begitu kasus Covid-19 meningkat, maka diikuti serupa meningkatnya angka kematian, ” demikian dikatakan Ahli Virologi Universitas Udayana Bali Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, dengan juga merupakan Ketua Ijmal Ikatan Ahli Kesehatan Asosiasi Indonesia (IAKMI), dalam dialog “Belajar dari India, Menggalakkan Kepatuhan Protokol Kesehatan Sekarang Juga”, Kamis (29/4/2021).

Di acara yang sama, Kepala Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr. Ede Surya Darmawan SKM, MDM, juga mengatakan kalau pandemi Covid-19 belum berakhir. Dan oleh karena tersebut, perlu memperkuat protokol kesehatan.

Menyuarakan Juga: Sebesar Perkantoran di Jaksel Terlihat Langgar Protokol Kesehatan

“Konteks utama protokol kesehatan itu menjaga jarak. Berarti, kita tidak boleh berkerumun sedikit pun. Kemudian memakai kedok, dan terakhir mencuci tangan, ” ungkap Ede.

Dia juga menambahkan bahwa euforia vaksinasi di India menjelma salah satu faktor terjadinya peristiwa tsunami Covid-19.

“Lingkup vaksinasi di India sebenarnya sedang sekisar di angka 7 persen dari jumlah penduduknya, sehingga euforia vaksinasi dalam sana masih dini. Jangan sampai ini terjadi dalam Indonesia, karena lingkup vaksinasi di Indonesia baru mengenai angka 2, 5 tip dari jumlah penduduk, ” paparnya.

Saat ini, New Delhi sedang memasuki fase kedua lockdown yang sudah diperpanjang. Sebelumnya, lockdown dimulai pada tanggal 20-26 April, menjadi 27 April sampai 3 Mei 2021.

Baca Juga: Buruh Boleh Rayakan May Day, Menaker Ingatkan Adat Kesehatan