57858-lelaki-memakai-masker

Long Covid Pada Setiap Orang Mampu Berbeda, Kenapa?

Perkataan. com – Meski sudah satu tahun mewabah dalam dunia, infeksi Covid-19 masih meninggalkan banyak misteri yang belum mampu diungkap oleh para ilmuwan. Lengah satunya, terkait gejala sisa ataupun long covid.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Agus Dwi Susanto. Sp. P(K). mengutarakan bahwa belum ada satu biar jurnal ilmiah yang memastikan periode waktu long covid pada penyintas Covid-19. Menurutnya, kondisi setiap orang bisa berbeda, terlebih karakteristik Covid-19 juga masih terus diteliti tenggat sekarang.

“Covid itu masih jadi fenomena yang diselidiki tim-tim luar negeri serta juga di Indonesia. Banyak sedang jadi pertanyaan, apakah seseorang alamiah long covid atau tidak, belum bisa dijawab. Berapa lama alamiah long covid, juga di beberapa literatur belum ada jawabannya, ” kata dokter Agus dalam konvensi virtual series ‘Kenapa Penyintas Mampu Alami Long Covid’, Jumat (22/1/2021).

Era ini, baru ada dua prinsip hipotesis terkait kemungkinan penyintas menjalani long covid dan lama periode terjadinya gejala sisa tersebut.

Baca Juga: Ya Ampun! Istana Tidak Terang, Airlangga Hartarto Pernah Positif Covid-19

“Ada orang yang hanya natural (long covid) dua minggu, tersedia yang berbulan-bulan. Pertama tergantung beratnya pada saat seseorang terkena Covid-19, ” kata Agus.

Ia menjelaskan, bila pasien mengalami derajat berat, makin sampai kritis dan masuk ICU juga membutuhkan ventilator saat dirawat, maka kemungkinan sudah terjadi cara kerusakan organ yang cukup luas. Mulai dari organ paru, dalaman, hingga ginjal mengalami komplikasi.

“Pada status seperti ini, maka kecenderungan long covid yang muncul akan bertambah lama. Itu yang setidaknya mampu berikan jawaban, ” ucapnya.

Kondisi berbeda ketika seseorang alami derajat ringan, hanya batuk pilek. Dokter Agus mengatakan, tentu kerusakan jaringan tidak akan separah pasien yang alami isyarat berat. Otomatis gejala sisa yang muncul juga tidak akan lebih lama.

Teori kedua, lanjutnya, tergantung ciri komorbid yang dimiliki pasien. Dia mencontohkan, jika pasien Covid-19 pra terinfeksi memang sudah memiliki sejarah sakit jantung, maka cenderung berisiko mengalami gejala sisa yang bermukim akibat covid.

Menyuarakan Juga: Jangan Suka Dulu, Kekebalan Tubuh Cuma Tahan 6 Bulan Usai Sembuh Covid-19

“Jadi itu dua hal memutar umum bisa jelaskan kenapa orang long covid ada yang segera, ada yang lama, ” jelas dokter spesialis pulmonologi dan kesehatan tubuh respirasi tersebut.