17761-ilustrasi-berhubungan-seks-shutterstock

Keinginan Hubungan Seks Suami Hidup Menurun, Bisa Jadi Tersebut 5 Biang Keroknya

Pandangan. com – Pada awal pernikahan, beberapa besar hubungan suami pedusi masih hangat dan romantis. Banyak pasangan lebih kala melalui fase bulan madu atau melakukan hubungan syahwat, karena gairah yang masih membara.

Tapi, frekuensi hubungan seks ini biasanya menurunkan sering bertambahanya usia pernikahan. Banyak pasangan akan mulai mengeluhkan keintiman dan kehidupan seksual mereka.

Penurunan kehidupan seksual suami istri ini tidak hanya dipengaruhi sebab gairah seksual. Berikut itu dilansir dari Times of India , beberapa penyebab frekuensi ikatan seks pasangan suami pedusi menurun.

1. Gairah seks rendah dan bertentangan

Baca Juga: WHO Desak China Aktif Asal-usul Virus Corona, dan Berita Terpopuler Lainnya

Gairah seksual yang melandai atau berbeda pada masing-masing pasangan bisa menjadi penyebab menurunkan hubungan seks suami istri.

Pasangan dengan gairah seks tak cocok bakal sulit memuaskan satu sebanding lain. Apalagi, bila lupa satu sama sekali tak menghargai hubungan seks.

Ilustrasi berhubungan seks, hubungan seks, aktivitas seksual (Unsplash/We-Vibe WOW Tech)

2. Melahirkan atau menopause

Fase setelah melahirkan dan merawat bayi akan mewujudkan seorang ibu lebih stres, mengalami perubahan tubuh, kelelahan, dan penurunan kadar hormon. Semua hal itu bisa memengaruhi dorongan seksual wanita.

Selain itu, fase menopause juga bisa memengaruhi level hormonal seorang wanita. Karena itu, ada korelasi dengan cukup kuat antara menopause dan menurunnya frekuensi hubungan seks suami istri.

Baca Selalu: Peneliti WHO Sebut Hipotesis Virus Corona Bocor dari Laboratorium Benar Mungkin

3. Masalah kesehatan