37265-atta-halilintar-dan-aurel-hermansyah-menangis-terkiniid

Itu Penyembuhan Emosional Setelah Keguguran Seperti Aurel Hermansyah

Pandangan. com – Bagi seorang ibu, kematian bayi yang begitu mereka harapkan merupakan pengalaman yang menyakitkan. Hal inilah yang tengah dialami Aurel Hermansyah, yang baru saja keluron calon buah hati pertamanya.

Dalam sebuah video dengan diunggah di kanal YouTube Atta Halilintar, Aurel begitu bersedih saat menceritakan kronologis saat ia kehilangan janinnya. Putri Anang Hermansyah serta Krisdayanti ini mengatakan jika ia sempat mengalami pendarahan dan perut yang terasa melilit.  

“Hari sebelum Lebaran tersebut aku sempat pendarahan akan tetapi sedikit, akhirnya aku bedrest total. Pas pulang ke rumah udah agak banyak darahnya, jam 11 suangi tuh perutku sakit betul, kayak mau haid tapi lebih sakit berkali-kali lipat, ” ujarnya.

Akhirnya, Aurel bersama Atta mengkonsultasikan tepat ke dokter tentang kehamilannya. Dokter pun meminta maaf karena Aurel mengalami keluron.

Menyuarakan Juga: Keluron, Yuni Shara Semangati Aurel Hermansyah

Potret Atta temani Aurel yang sedang sakit. (YouTube)

“Terus abang nemenin sampai jam dua pagi, dokter bilang biasanya itu kontraksi, makannya itu sakit, nah ternyata pas sakit itu sepatutnya dia keluar gitu, alhasil baru ke dokter tadi, benar, dokter bilang ‘maaf banget ya bapak ibu’, ” ucap Aurel.

Masa keguguran seperti Aurel, rani harus menjalani apa yang disebut sebagai penyembuhan emosional.  

“Saya pikir satu diantara aspek yang paling suram dihadapi seorang perempuan setelah keguguran adalah tingkat kebingungan yang dia derita sesudah episode traumatis, ” logat Dr. Ricardo Huete, M. D., Kepala OB-GYN dari Torrance Memorial Medical Center di California, seperti dilansir Parents.

“Kita perlu ingat bahwa setiap orang berbeda dalam menghadapi situasi stres; setiap karakter membutuhkan pendekatan dan kepastian individu, ” jelasnya sedang.

Keguguran, lanjut dia selalu dapat menyebabkan depresi pascapersalinan dan emosi intens lainnya. Terlebih lagi, “banyak perkara muncul setelah (keguguran), ” jelas Dr. Huete.    

Baca Juga: Janin Aurel Hermansyah Kecil di Usia 5 Minggu, Segini Ukuran Lazimnya

“Seorang wanita mungkin mempersoalkan kapasitasnya dalam mengandung ataupun mungkin ada rasa bersalah yang kuat, seringkali dari pemikiran bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah yang mempengaruhi kehamilannya. Ada juga pertanyaan tentang dengan jalan apa dia bisa mencegahnya, ” katanya lagi.