91310-smpn-5-yogyakarta-menggelar-pembelajaran-tatap-muka-ptm-senin-2092021

Itu 2 Strategi Pengendalian Covid-19 yang Disiapkan Pemerintah Saat PTM

Suara. com – Pembelajaran tatap membuang atau PTM telah berlangsung di ribuan sekolah pada Indonesia sejak akhir Agustus 2021 lalu. Menteri Koneksi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, pelaksanaan PTM akan terus dievaluasi & dilaksanakan secara aman melalui dua strategi utama pengendalian Covid-19, yakni sisi desa dengan protokol kesehatan (perubahan perilaku dan 3M) dan strategi deteksi/surveilans 3T.

“Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah mengharapkan PTM terbatas dapat dibarengi dengan implementasi standar operasional kesehatan ketat agar tidak membuat klaster baru Covid-19. Pelajaran harus berlangsung secara tenteram, baik bagi para siswa maupun para pendidik serta tenaga kependidikan, ” jelas Johnny melalui siaran sah, Selasa malam.

Menkominfo menambahkan, Kementerian Kesehatan tubuh telah menyiapkan sejumlah strategi surveilans Covid-19, meliputi penyelidikan dan testing dengan gaya active case finding ataupun menjemput bola.

Kemudian mengidentifikasi jumlah sekolah di level kabupaten/kota yang melaksanakan PTM terbatas dan melakukan random sampling terhadap 10 persen dari total sekolah dengan melaksanakan PTM.

Baca Juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Ini yang Bisa Ibu Lakukan Untuk Kurangi Kekhawatiran

Dari 10 persen tersebut kementerian kesehatan akan membagi alokasi bersandarkan jumlah sekolah di tiap kecamatan. Di kecamatan dengan memiliki jumlah sekolah bertambah banyak, maka sampel dengan diambil lebih banyak.

Kemudian sampling dilakukan terhadap 30 siswa dan 30 pembimbing per sekolah untuk swab PCR dengan metode full testing. Dari hasil swab PCR ini akan ditabulasikan ke dalam data positivity rate atau rasio kasus positif.

Jika positivity rate kurang 1 persen, oleh karena itu pelajar yang positif hendak dikarantina, sedangkan yang berkontak erat akan diisolasi. Tetapi, PTM terbatas tetap dapat dilanjutkan di sekolah tersebut.

Sementara tersebut, jika positivity rate sekolah di angka 1 datang 5 persen, maka pelajar di sekolah tersebut seluruh akan di-swab dan dikarantina, sedangkan sekolah tetap dapat menjalankan PTM terbatas.

Tetapi, jika positivity rate sekolah lebih dari 5 upah, maka sekolah tersebut akan langsung ditutup selama 14 hari. Aktivitas belajar menangani akan kembali digelar dengan daring.

Baca Juga: Menteri Nadiem Ungkap Sekolah Buka PTM Terbatas Segar 40 Persen

Johnny kembali menegaskan, PTM terpatok dilakukan karena pembelajaran daring yang telah berlangsung pas lama. Hal ini berpotensi hilangnya kemampuan akademik pengetahuan dan keterampilan peserta asuh, serta risiko dampak mental pada anak.