Ilmuwan Sebut Obat Bipolar Bisa Digunakan untuk Pengobatan Covid-19

Ilmuwan Sebut Obat Bipolar Bisa Digunakan untuk Pengobatan Covid-19

Suara.com – Ilmuwan kembali menemukan obat eksperimental yang dinilai dapat menyelamatkan kondisi pasien Covid-19. Kali ini, mereka memakai obat gangguan bipolar, dan gangguan pendengaran yang dikenal dengan Ebselen.

Menurut laporan yang terbit dalam jurnal Science Advances, Ebselen dapat menghambat virus corona jenis baru untuk bereplikasi di dalam sel manusia.

Para ilmuwan mengevaluasi molekul protease utama dari virus yang dikenal sebagai Mpro, enzim penting yang memainkan peran dalam siklus hidup SARS-CoV-2.

Mpro memungkinkan patogen ini membuat protein untuk materi genetiknya, RNA, sambil membantu virus berkembang biak di dalam sel manusia.

Ebselen yang merupakan senyawa kimia dengan sifat anti-virus, anti-inflamasi, anti-oksidatif, bakterisidal, dan pelindung sel, dapat memblokir fungsi Mpro, kata para ilmuwan.

Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Dilansir The Health Site, mereka berharap temuan ini akan membantu dalam mengidentifikasi kelemahan lain dari virus corona yang sampai sekarang belum diketahui.

Selain itu, temuan ini juga diharapkan dapat membantu peneliti dalam pencarian obat yang menyerang protein lain atau protease utama, yang membantu virus ini berfungsi.

Saat ini para ilmuwan sedang memfokuskan pengobatan Covid-19 pada penggunaan kembali obat dan terapi yang sudah ada.

Beberapa pengobatan eksperimental lain yang dijadikan pengobatan Covid-19 adalah Nitric Oxide, obat psoriasis Itolizumab, dan antibodi monoklonal.