39246-ilustrasi-cemas-atau-khawatir

Ibu Hamil dengan Riwayat Kekacauan Cemas Wajib Konsultasi ke Psikiater

Suara. com – Gangguan suasana kepala pada ibu pasca beranak atau babyblues umum terjadi. Kondisi ini bisa bersambung hingga menyebabkan ibu menjelma depresi dan mengalami usikan cemas. Risiko tersebut kudu lebih diperhatikan pada rani dengan riwayat gangguan khawatir sebelum hamil, dan ia disarankan untuk mengonsultasikannya dengan dokter kandungan dan psikiater.

“Kalau memang sudah punya riwayat gangguan cemas atau depresi sebelumnya, sebaiknya sejumlah juga ke dokter obgyn dan kepada psikiater. Bisa konsultasi lagi misalnya telah enggak berobat (psikiater) sedang, sekarang bisa konsultasi apa yang perlu dilakukan, apakah perlu pengobatan lagi. Sebaiknya memang orang yang menikmati depresi dan gangguan was-was memang butuh kebutuhan terus-menerus, ” papar spesialis kedokteran jiwa klinik Health360 dr. Daniella Satyasari, Sp. KJ., dalam webinar online, Selasa (9/3/2021).

Bila harus kembali konsumsi obat antidepresan, menurut Dokter Daniella, ibu hamil (bumil) bakal diberikan dosis paling rendah. Kalaupun tidak perlu menelan obat, bumil sebaiknya pasti konsultasi dan meminta masukan kepada dokter mengenai penyelesaian pencegahan gangguan cemas.

Ia mengingatkan, jika bumil merasa gejala gangguan cemas mulai muncul kembali, harus cepat datang ke psikiater biar ditangani lebih cepat.

Baca Juga: Temuan Baru, Virus Corona pada Pokok Hamil Tak Tingkatkan Efek Keguguran!

“Perlu dikonsultasikan kembali dengan psikiater. Karena kalau sampai semakin parah, itu akan makin mengusik juga dalam proses kehamilan dan proses melahirkan, ” ucapnya.

Selain obat dan konsultasi psikiater, keseimbangan hidup juga peelu dijaga. Dibantu oleh psikiater apakah menetapkan dilakukan pengobatan terapi seolah-olah kognitif perilaku atau psikotetapi dinamik.

“Tergantung kebutuhan sebab setiap pasien berbeda-beda, ” imbuh dokter Daniella.