Hits Kesehatan: Kontrol Tekanan Darah Luhur, Pepaya Redakan Perut Kembung

Hits Kesehatan: Kontrol Tekanan Darah Luhur, Pepaya Redakan Perut Kembung

–>

Suara. com – Tekanan darah tinggi sering digambarkan sebagai ‘silent killer’, karena, biasanya tidak menimbulkan gejala apapun bila tak diobati. Tetapi, sebuah belajar baru mengungkapkan bahwa konsumsi 2 porsi produk susu penuh lemak sehari bisa menurunkan risiko tersentuh penyakit tersebut. Mau coba?

Sementara tersebut, bagi kamu yang mengalami masalah perut kembung setelah seharian kemarin banyak mengonsumsi hidangan lebaran, tersedia satu cara alami yang mampu dicoba untuk meredakannya. Coba penggunaan pepaya!  

Simak berita selengkapnya pada bawah ini!

1. Kontrol Tekanan Darah Tinggi, Konsumsi 2 Bagian Makanan ini Setiap Hari

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Tekanan darah tinggi kerap digambarkan sebagai ‘ silent killer’ . Karena, biasanya tak menimbulkan gejala apapun bila tidak diobati.

Tetapi, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa konsumsi 2 porsi produk susu penuh lemak sehari bisa menurunkan risiko terkena penyakit itu.

Mengucapkan selengkapnya

2. Punya Masalah Perut Kembung? Pepaya Bisa Jadi Solusi

Hits Kesehatan: Kontrol Tekanan Darah Tinggi, Pepaya Redakan Perut Kembung - 2

Perut kembung menjadi masalah umum dengan cukup mengganggu. Penyebabnya sendiri mampu terjadi karena terlalu banyak menelan udara saat makan.

Selain itu, makanan yang dikonsumsi juga bisa berpengaruh. Contohnya kacang, bawang, brokoli, kubis, kecambah dan kembang kol bisa menyebabkan angin dan kembung.

Baca selengkapnya

3. Benarkah Ada Lebih sebab 1 Jenis Virus Corona Terakhir? ini Kata Peneliti!

Ilustrasi virus corona (shutterstock)
Ilustrasi virus corona (shutterstock)

Sejak munculnya wabah virus corona jenis baru yang disebut SARS-CoV-2 alias Covid-19, kurang peneliti telah menduga bahwa ada lebih dari 1 jenis virus corona baru.

Mutasi dari virus corona jenis baru itulah yang dinilai menyebabkan perubahan seberapa risiko orang terinfeksi dan tingkat mematikannya.

Baca selengkapnya