76264-ilustrasi-vaksin-astrazeneca

Hati-Hati, Vaksin AstraZeneca Bisa Picu Efek Samping Berupa Trombositopenik Idiopatik

Suara. com kepala Ada penuh laporan seputar efek tepi vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah. Sebuah laporan terakhir mengumumkan bahwa vaksin AstraZeneca ini bisa menyebabkan keanehan darah lainnya.

Suntikan vaksin AstraZeneca telah diidentifikasi bersangkutan dengan gangguan darah yang lain. Baru-baru ini, vaksin Covid-19 ini dinilai bisa menimbulkan gangguan pendarahan langka.

Para peneliti mencatat bahwa 1 dari 100 ribu orang yang diberi suntikan vaksin AstraZeneca menderita trombositopenia idiopatik. Trombositopenia idiopatik juga dikenal sebagai purpura trombositopenik imun (ITP), yaitu kelainan darah yang mampu menyebabkan memar dan pendarahan yang berlebihan.

John Hopkins Medicine, menjelaskan bahwa purpura trombositopenik idiopatik adalah keganjilan darah yang ditandai dengan penurunan abnormal jumlah trombosit dalam darah.

Baca Juga: Acaman Virus Corona Covid-19 Selalu Baru, WHO Sebut Vaksin Tidak Pas!

“Penurunan trombosit bisa menyebabkan Anda mudah rusak, gusi berdarah dan pendarahan internal. Orang yang menderita ITP akut mungkin mampu sembuh dalam waktu kurang dari 6 bulan & ITP kronis mungkin berlangsung lebih lama dari 6 bulan, ” kata John Hopkins Medicine, dikutip dibanding Express .

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Menurut Mayo Clinic , trombositopenia imun mungkin tidak menimbulkan gejala khusus. Tetapi, beberapa kondisi ini mungkin termasuk fakta trombositopenia imun.

  1. Rusak berlebihan
  2. Pendarahan superfisial ke dalam kulit yang muncul berupa bintik-bintik ungu kemerahan (petechiae), lazimnya terlihat seperti ruam pada kaki bagian bawah
  3. Pendarahan dari gusi dan hidung
  4. Darah dalam urine atau tinja
  5. Deraian darah menstruasi yang lebat

Para-para ahli dari Universitas Edinburg, yang pertama kali menjumpai kaitan vaksin AstraZeneca dengan ITP, tidak mengatakan berapa beberapa orang yang mengalami pembekuan darah. Meski begitu, itu menyebut bahwa kondisi itu mungkin merupakan manifestasi lantaran komplikasi utama yang mengganggu.

Para peneliti menemukan tautan tersebut sesudah menganalisis data dari 5, 4 juta orang pada Skotlandia, antara 8 Desember 2020 hingga 14 April 2021. Pada saat itu, 1, 7 juta orang Inggris telah menerima suntikan vaksin Oxford pertama. Namun, 800 ribu orang menyemprot vaksin Pfizer-BioNTech.

Kasus buntut samping pertama yang mengkhawatirkan dari vaksin AstraZeneca merupakan gumpalan pada pembuluh darah di dekat otak karakter dewasa muda yang disebut CVST (trombosis vena rongga serebral).

Baca Juga: China Didesak Ungkap Pokok Usul Virus Corona, Barang apa Tanggapan WHO?

Di dalam kebanyakan kasus, orang secara kondisi tersebut bisa pulih dan umumnya penyumbatan mampu diobati bila terdeteksi lebih dini. Tapi, kondisi ini bisa memicu stroke, masalah dalaman maupun paru-paru.

Meski sejenis, beberapa ahli kesehatan tetap menyarankan semua orang menyambut suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena efek samping ini masih cukup jarang berlaku.