88828-hari-perempuan-sedunia-ini-kisah-wani-ardy-yang-dilahirkan-tanpa-rahim-dok-waniardy

Hari Perempuan Sedunia, Ini Dongeng Cewek ini Dilahirkan Tanpa Rahim

Suara. com awut-awutan Nama Wani Ardy menjadi salah mulia yang banyak dibicarakan dalam tengah perayaan Hari Rani Sedunia yang jatuh pada setiap 8 Maret setiap tahunnya.  

Perempuan yang selalu seorang penulis dan influencer ini mengatakan jika dalam hari ini, ia  berharap bisa membantu lebih banyak lagi perempuan, yang tak memiliki rahim seperti dirinya, untuk membentuk kembali nurani keibuan.

Dilansir Hindustan Times, perempuan pokok Malaysia ini berkisah, dirinya tahu mengenai kondisi tersebut saat di 17 tarikh ia mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Wani tidak mengalami menstruasi sama seperti remaja hawa lainnya.  

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, semua mengutarakan hal yang sama padanya, bahwa Wani tidak memiliki rahim. Bertahun-tahun kemudian, Wani peduli bagaimana diagnosis tersebut merusuhkan para dokter dan membuatnya tidak dapat berhubungan dengan teman-temannya.

Baca Juga: Cinta Senior, Kapolri Bagi Program Vaksinasi Covid buat Purnawirawan Polri

Hari Perempuan Sedunia, Ini Kisah Wani Ardy yang Dilahirkan Tanpa Rahim. (Dok: Wani. ardy)

“Saat remaja, saya merasa sangat terasing karena pada saat itu, saya tahu saya berbeda, ” katanya.

Pada usia 20an, ia akhirnya mengetahui kalau kondisi langka itu mempunyai nama – sindrom Mayer-Rokitansky-K├╝ster-Hauser (MRKH) – ketika bagian seks internal seperti rahim atau vagina tidak ada atau kurang berkembang masa lahir.   MRKH mempengaruhi sekitar satu dari 5. 000 perempuan di dunia dan penyebabnya tidak diketahui.

Wani yang seorang Muslim, mengatakan hambatan budaya & pantangan seputar kesehatan seksual di negaranya sering membuat perempuan dengan MRKH merasa malu atau tidak bakal mencari dukungan atau pengobatan.

Selama bertahun-tahun, dia merahasiakan kondisinya apalagi ketika dia memulai karir sebagai penyanyi, penyair, setia, dan penulis naskah.

Tetapi setelah bergabung dengan agregasi dukungan online berbasis pada AS untuk perempuan MRKH, Wani merasa terdorong buat menjangkau orang lain dengan lebih dekat dengan lingkungannya.

Menangkap Juga: Kronologis Menantu Racuni Ibu Mertua hingga Tewas, Tiga Kucing ikut Tewas

“Saya pikir jika saya sanggup merasakan hal ini secara seseorang yang pada dasarnya berada di seluruh negeri, bayangkan bagaimana perasaan kami jika saya dapat menemukan orang MRKH di negeri saya sendiri, yang mau lebih dapat dihubungkan di dalam hal pendidikan, latar belakang serta budaya, ” kata tempat.