26001-ilustrasi-tes-pcr

Fasyankes Masih Patok Harga Langka Tes PCR Covid-19? Segera Laporkan!

Suara. com – Masyarakat diminta tak ragu untuk melaporkan sarana pelayanan kesehatan yang menetapkan harga tes PCR Covid-19 lebih dari tarif suntuk yang telah diatur pemerintah.

Melalui Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK. 02. 02/I/2845/2021, tarif tertinggi ulangan PCR seharga Rp 495. 000 di Jawa-Bali & Rp 525. 000 dalam luar Jawa-Bali. Ketetapan tersebut telah berlaku sejak 17 Agustus 2021.

“Kami harapkan partisipasi aktif masyarakat sebagai pengguna, untuk ikut mengawasi penerapan pemisah tarif harga PCR yang baru. Warga dapat melaporkan kepada aparat penegak adat jika menemukan pelanggaran, ” ujar Menteri Komunikasi & Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/8/2021).

Johnny juga meminta kepada seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mematuhi preskripsi baru tersebut. Ia mengaku bahwa Pemerintah sebagai pengambil kebijakan tidak bisa berlaku sendirian.

Baca Juga: Pemkab Purwakarta Akhirnya Miiki Peralatan Tes PCR

“Kita memerlukan kerja cocok dari para pelaksana kecendekiaan, dalam hal ini fasyankes atau klinik yang menunjukkan layanan tes PCR. Kemudian, fungsi pengawasan yang mampu dilakukan bersama-sama, baik sebab pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat, ” ucapnya.

Johnny menyampaikan bahwa habituasi tarif tertinggi dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat memperoleh tes PCR, agar semakin menjamur yang melakukan tes, jadi penularan virus juga bisa ditekan.

“Sehingga, semakin optimal pula penanganan Covid-19. Oleh karena itu, ini dari kita, oleh kita, dan untuk pelestarian kita semua, ” katanya.

Pemerintah serupa meminta seluruh Dinas Kesehatan tubuh Provinsi hingga tingkat Kabupaten/Kota untuk mengawasi ketat pelaksanaan kebijakan tersebut, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan & pemeriksa lain yang memberikan pelayanan pemeriksaan tes PCR.

Baca Juga: Polri Ajak Masyarakat Awasi Tarif Tes PCR, Laporkan Jika Tak Sesuai