45138-farida-pasha-dan-ify-alyssa-instagramatifyalyssa

Farida Pasha Alami Sakit Lambung, Tersebut Cara Jaga Kesehatan Pencernaan

Suara. com – Aktris senior Farida Pasha meninggal dunia dalam usia 68 tahun. Pemeran Mak Lampir dalam sinetron Misteri Gunung Merapi tersebut dikabarkan sempat terinfeksi Covid-19. Namun, pihak keluarga juga mengonfirmasi kalau Farida Pasha memiliki penyakit lain yang telah lama dialaminya.

“(Sakit) Vertigo dan lambung, ” kata salah satu anak Farida Pasha, Gina Sonia, dalam rilis yang diterima bahana. com, Minggu (17/1/2021).

Nenek dari musisi Ify Alyssa itu sempat dua kali dibawa berobat ke dokter namun keadaannya tidak kunjung membaik. Rumpun akhirnya memutuskan agar Farida Pasha diperiksa di rumah sakit. Sesudah melakukan serangkaian tes dan rontgen, baru diketahui ada penyakit asing.

“Mama terkena early pneumonia (radang paru-paru). Hasil swabnya juga positif, ” kata Gina.

Menyuarakan Juga: Sembuh daripada Sakit Lambung Boleh Makan Pedas Lagi? Ini Kata Dokter!

Tak dijelaskan sejak kapan Farida Pasha terinfeksi Covid-19. Aktris senior tersebut dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 19. 35 WIB dan dimakamkan dengan aturan kesehatan yang ketat.

Terlepas dari infeksi Covid-19 yang dialaminya, sakit terbang termasuk yang sering dialami penuh orang tetapi jarang disadari. Biasa orang baru menyadari gangguan pencernaan ketika terjadi masalah seperti sembelit atau kembung.

Dikutip dari Gastroenterological Society of Australia, disebutkan bahwa masalah umum dari sistem pencernaan bisa mengakibatkan kolitis, divertikulitis, gastroenteritis, serta mulas. Masalah pencernaan yang terus dibiarkan dalam jangka waktu periode akan menumpuk dan menimbulkan urusan kesehatan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menjaga kesehatan pencernaan, terutama dengan lima cara sederhana berikut.

1. Konsumsi makanan yang sehat
Makanan yang kaya serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian, membantu memerosokkan lewatnya bahan makanan melalui bentuk pencernaan. Pola makan seimbang yang kaya serat dapat mengurangi efek penyakit divertikular, penyakit jantung, atau kanker kolorektal.

Menyuarakan Juga: Akibat Tata cara Ibu Tiup Makanan Anak, Gadis 8 Tahun Derita Sakit Besar!

Juga disarankan kurangi asupan makanan olahan karena sedikit nutrisi ataupun serat, dan sering kali mengandung banyak lemak jenuh, garam, & pengawet yang dapat berbahaya bagi tubuh.

2. Makan secukupnya dengan perlahan dan teratur
Jangan makan berlebihan, makanlah dengan porsi sedang untuk menghindari sungguh-sungguh banyak tekanan pada sistem pencernaan. Usahakan untuk tidak makan terburu-buru. Luangkan waktu dan makan perlahan, kunyah setiap suap dengan bagus.

Bermalas-malasan sambil makan membantu saraf sistem pencernaan dan makanan yang dikunyah dengan baik lebih mudah dicerna daripada makanan yang lebih tumbuh. Makan secara teratur dan usahakan untuk tidak melewatkan waktu mamah. Tindakan itu akan mencegah sajian berlebihan karena rasa lapar & mempersiapkan sistem pencernaan untuk makan secara teratur.

3. Berolahraga secara teratur
Latihan kardiovaskular secara teratur membantu memperkuat otot-otot perut serta mengurangi kelesuan dengan menstimulasi otot-otot usus untuk mendorong makanan melalui sistem pencernaan.

4. Kelola tingkat stres
Stres mempengaruhi saraf bentuk pencernaan dan dapat mengganggu harmoni pencernaan yang rumit. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kembung, nyeri, dan sembelit. Sementara yang lain kira-kira perlu sering buang air gede dan tinja mungkin lebih rendah dan encer. Stres dapat memperburuk beberapa kondisi seperti tukak terbang atau sindrom iritasi usus gembung.

5. Beradu merokok
Merokok menurunkan tekanan di persimpangan antara lambung dan kerongkongan, mendorong aliran pulih asam lambung ke esofagus (refluks), yang dapat menyebabkan mulas dan komplikasi lainnya. Merokok juga memperburuk tukak lambung dan kondisi peradangan usus, dan terkait dengan peningkatan risiko banyak kanker.