54872-vaksin-covid-19

Euforia, Kemenkes Sebut Banyak Masyarakat Merasa Kebal Usai Divaksin Covid-19

Suara.com – Vaksinasi Covid-19 sejauh ini memang dipercaya bisa mengurangi risiko seorang jika terinfeksi virus corona. Tapi, euforia vaksin di masyarakat justru memicu lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu. Ia mengatakan bahwa banyak masyarakat merasa kebal usai divaksin Covid-19.

“Ini euforia. Mungkin sudah divaksin dua dosis, yang menganggap, wah saya sudah divaksin (kebal), padahal potensi untuk tetap kena dan menularkan itu tetap ada,” katanya, seperti dikutip ANTARA.

Dugaan lain melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, lanjut Maxi, juga dipicu kemunculan varian baru SARS-CoV-2 jenis Delta yang diyakini menular secara cepat.

Baca Juga: Viral Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri di Bandung Dicaci Maki Tetangga dan Lurah

Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)

Maxi mengatakan sejumlah daerah yang mengalami lonjakan kasus tinggi Covid-19 juga dilaporkan lengah terhadap protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah dan pakar.

“Daerah tertentu agak sulit, sebab ada yang menganggap Covid-19 sudah tidak ada lagi,” katanya.

Untuk itu Maxi mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat, khususnya tokoh agama, untuk terus mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya protokol kesehatan.

“Edukasi penting melibatkan komponen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama. Timbulkan kembali kesadaran masyarakat dan bersabar ikuti protokol kesehatan agar terhindar dari pandemi,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Makassar Akan Survei Kekebalan Tubuh Warga Terhadap Covid-19 Dengan Cara Ini