80387-tarif-tes-genose-naik-jadi-rp30-ribu

Dokter Paru: GeNose C19 Saja Skrining, Tak Cocok Oleh karena itu Syarat Perjalanan

Suara. com – Penerapan GeNose C19 sebagai syarat perjalan ke luar tanah air menuai kritik dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Menurt dr Erlina Burhan, SpP, GeNose sejatinya ialah alat skrining, bukan corong untuk diagnosis Covid-19. Sehingga kurang tepat jika dijadikan syarat untuk melakukan perjalanan ke luar kota.

“GeNose ini cuma skrining, bukan untuk analisis. Jadi saya kira, genose negatif belum tentu bukan Covid-19 ya. Saran kami sih minimal pemeriksaan rapid antigen, ” tutur Erlina, dalam konferensi pers PDPI dikutip dari kanal Youtube PDPI, Jumat (7/5/2021).

Dia mengatakan pemeriksaan rapid antigen bisa menjadi solusi murah deteksi Covid-19. Apalagi kalau calon pemudik sebelumnya telah menunjukkan gejala-gejala yang menuju ke infeksi Covid-19.

Baca Serupa: Parah! Ulangan GeNose di Pelabuham Merak, Petugas Tak Pakai APD

Pemudik menjalani tes GeNose di Pelabuhan Merak [Suara.com/Adi Mulyadi]

Untuk hasil yang lebih akurat, Erlina tetap mencadangkan pemudik untuk melakukan penyeliaan swab PCR. Pengetesan PCR yang masif menurutnya merupakan kunci menekan laju transmisi Covid-19.

“Saya kira kita bisa belajar dari success story negara lain yang memberlakukan PCR secara murni, ” urainya.

“Apalagi sekarang mesin PCR kita sudah banyak, rapid antigen serupa sudah banyak, ” tambahnya.

Daripada GeNose, ia lebih merekomendasikan calon pemudik yang ingin ke luar kota dan balik ke kampung halaman untuk melakukan tes rapid antigen.

“Saya menyarankan untuk orang yang datang dan sampai ke kampung asalnya, sedikitnya dilakukan rapid antigen. Tetapi kalau bergejala, (ada) satu diantara saja gejalanya, saya anjurkan untuk PCR, ” tutup Erlina.

Baca Juga: Wakil Gubernur Banten Ngamuk di Pelabuhan Merak, Tes GeNose di Sana Parah!