CDC: Tetap Pakai Masker Meski pada Rumah dan Dalam Ruangan

CDC: Tetap Pakai Masker Meski pada Rumah dan Dalam Ruangan

Suara. com – Sampai vaksin untuk virus corona tersedia, tindakan pencegahan adalah satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan.

Selama ini mengenakan kedok wajah, jarak sosial, dan menghapuskan atau mensterilkan tangan adalah beberapa hal dasar yang perlu kita ikuti.

Tapu masih banyak dari kita sedang belum melakukan yang diperlukan & itulah alasan mengapa jumlah anak obat yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat.

Pertama dalam menggunakan masker, banyak karakter menganggap tidak perlu menggunakannya era berada di dalam ruangan. Akan tetapi hal itu adalah anggapan lengah.

Baca Juga: Anies Baswedan Testimoni Rasanya Positif Corona: Tidak Menyenangkan

Taat CDC atau Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit Amerika memakai masker di dalam ruangan juga benar penting jika ingin tetap selamat dari infeksi Covid-19.

Ilustrasi masker (Suara.com/Michelle Illona)
Sketsa masker (Suara. com/Michelle Illona)

Rekomendasi tentang penggunaan masker di semua tempat pada ruangan datang pada laporan Mingguan Morbiditas dan Kematian CDC. Itu mengutip penularan virus tingkat tinggi karena musim liburan yang pantas berlangsung dan cuaca yang bertambah dingin telah mendorong lebih banyak orang di dalam ruangan.

“Penggunaan masker wajah yang konsisten dan benar adalah strategi kesehatan masyarakat dengan penting untuk mengurangi penularan pernapasan”, kata laporan itu.

Mereka menambahkan bahwa tersebut sangat penting “mengingat perkiraan bahwa sekitar setengah dari infeksi terakhir ditularkan oleh orang yang tak memiliki gejala. ”

Masker wajah adalah yang paling penting di bagian dalam ruangan, kata penasihat itu, dan di luar ruangan kala jarak enam kaki tidak dapat dipertahankan.

Baca Pula: Gubernur Anies Balik Ingatkan Warga Jakarta Pakai Kedok

Di dalam rumah tangga, kedok wajah juga harus digunakan ketika salah satu anggotanya terinfeksi atau baru-baru ini memiliki potensi pajanan Covid-19, menurut pedoman CDC.