25569-vaksinasi-covid-19

Bolehkan Konsumsi Pereda Nyeri Pra atau Setelah Vaksinasi? Tersebut Kata CDC

Suara. com – Vaksinasi mulai dilakukan di banyak negara termasuk Indonesia. Tak sedikit orang pula yang menanyakan, bolehkah konsumsi pereda nyeri usai atau sebelum vaksinasi untuk mencegah hasil samping.

Dalam hal tersebut, menurut pedoman Pusat Pengoperasian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menujukkan bahwa Anda hanya boleh penggunaan pereda nyeri setelah vaksinasi. Jangan meminumnya sebelum suntikan vaksin untuk mencegah petunjuk kecuali disarankan oleh tabib.

Vaksin main dengan mengelabui tubuh agar mengira bahwa ia memiliki virus dan memasang pertahanan untuk melawannya. Hal tersebut dapat menyebabkan nyeri lengan sementara, demam, nyeri urat, atau gejala peradangan yang lain.

Melansir dari Healthshots , obat pereda nyeri dikhawatirkan bisa menekan respons sistem kekebalan dengan ingin dipacu oleh vaksin.

Mengaji Juga: Kejar Vaksinasi Covid-19 untuk Herd Immunity

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat penghilang rasa sakit tertentu termasuk ibuprofen (Advil, Motrin, & merek lain) dapat menekan respons sistem kekebalan. Suatu penelitian pada tikus membuktikan bahwa obat ini sanggup menurunkan produksi antibodi yang menghalangi virus menginfeksi organ.

Penelitian lain menemukan bahwa obat penghilang rasa lara dapat mengurangi respons kepada beberapa vaksin masa bocah.

“Sehingga banyak dokter bani merekomendasikan agar orangtua menghindari memberikan obat kepada anak-anak sebelum suntikan, namun berikan saja setelah suntikan jika diperlukan, ” kata Dr. William Schaffner, pakar keburukan menular di Vanderbilt University.

CDC belum lama memperbarui panduannya untuk menyarankan obat penghilang rasa melempem sebelum suntikan Covid-19. Obat tersebut dapat dokonsumsi setelahnya jika ada gejala hasil samping dan jika Kamu tidak memiliki kondisi medis lain yang menghalangi penggunaan obat ini.

Ilustrasi obat. (Pixabay)

“Konsultasikan pra Anda konsumsi obat penghilang rasa sakit, ” sekapur Jonathan Watanabe, seorang apoteker di University of California, Irvine.

Baca Juga: Bobby Targetkan 75 Upah Penduduk Kota Medan Divaksinasi Covid-19

“Jika Kamu ingin meredakan gejala sesudah disuntik, asetaminofen (Tylenol) bertambah baik karena bekerja secara cara yang berbeda sejak beberapa obat penghilang mengecap sakit lainnya, ” imbuhnya.

Alih-alih konsumsi peredanyeri, CDC menawarkan tip lain untuk mengurangi efek samping laksana mengompres bagian yang disuntik dan melatih lengan jika efek samping terjadi pada are suntukan. Jika buah samping yang muncul merupakan demam, maka minumlah banyak cairan dan kenakan pakaian yang ringan.

“Hubungi tabib Anda jika kemerahan ataupun nyeri di lengan menyusun setelah satu hari atau jika efek samping tak hilang setelah beberapa hari, ” imbau CDC.