55897-ilustrasi-ibu-hamil-freepik

Bisakah Wanita dengan Vaginismus Berisi? Ini Faktanya!

Suara. com – Vaginismus adalah suatu disfungsi seksi pada wanita, yang membuat otot-otot vaginanya mengencang kala melakukan hubungan seks atau penetrasi. Masalah seksual itu menyerang 0, 5 persen wanita di dunia.

Wanita dengan masalah vaginismus tersebut biasanya enggan berhubungan seks karena terasa menyakitkan. Sebab, beberapa atau semua macam penetrasi vagina tidak mampu dilakukan.

Iklim ini merupakan reaksi otomatis tubuh terhadap rasa curiga akan penetrasi dan otot-otot vagina akan mengencang secara sendirinya ketika mencoba perembesan.

Umumnya, vaginismus bisa disembuhkan. Sedangkan, penyebab vaginismus tunggal belum jelas, tapi tersedia beberapa faktor yang bisa menjadi pemicunya, antara lain:

Mengaji Juga: Usai Suntik Vaksin AstraZeneca, Lansia Alami Memar Parah dan Gusi Berdarah

  1. Takut ukuran vagina terlalu kecil untuk penetrasi
  2. Pengalaman seksual pertama kali yang buruk ataupun menyakitkan
  3. Penjagaan medis pada vagina yang tidak menyenangkan
  4. Beprikir hubungan seks itu memalukan
  5. Mempunyai masalah medis yang tajam, seperti sariawan
Ilustrasi vagina, vaginismus (shutterstock)

Morat-marit, apakah wanita dengan vaginismus bisa hamil?

Jika Anda menderita vaginismus serta ingin memiliki anak, Anda mungkin mulai bertanya-tanya seberapa besar peluangnya untuk berisi.

Karena dilansir dari Express , vaginismus membuat wanita kesulitan mengenai seks. Maka, secara mengambil vaginismus akan menahan kehamilan sampai Anda bisa melakukan hubungan seks penetrasi.

Karena itu, para-para ahli mendorong wanita untuk terus berusaha mengatasi vaginismus agar bisa melakukan ikatan seks yang nyaman & memiliki keturunan.

Meskipun Anda bisa hamil dengan metode IVF tanpa mengobati vaginismus, Anda tetap akan menjalani kesulitan ketika tiba zaman persalinan.

Baca Juga: Tsunami Covid-19 di India Berdampak Kekurangan Vaksin pada Benua Afrika

Vaginismus yang diabaikan atau tak diobati bisa menimbulkan kurang masalah selama kehamilan. Tapi, biasanya tidak akan menyekat proses persalinan pervaginam yang sesungguhnya.