Biar Telah Sembuh, Simak 5 Isyarat Jangka Panjang Covid-19 Paling Umum

Biar Telah Sembuh, Simak 5 Isyarat Jangka Panjang Covid-19 Paling Umum

Bahana. com – Kebanyakan virus corona Covid-19 akan segar dalam waktu tiga hingga 4 minggu. Namun pada beberapa orang, gejala Covid-19 bisa terjadi di jangka waktu lama bahkan kala dinyatakan sembuh.

Melansir dari Times of India, berikut beberapa gejala jangka panjang Covid-19 yang paling umum berlaku, antara lain:

1. Kelelahan

Mereka yang menderita gejala Covid-19 jangka lama mengeluh mengalami kelelahan ringan, gawat, hingga kronis. Kelelahan dapat diakibatkan oleh sisa virus pasca pemuliham.

Baca Juga: Bio Farma Minta RS Jangan Pre Order Vaksin Covid Sebelum Ada Instruksi

Saat tubuh melawan virus, maka sering kala menimbulkam reaksi berlebihan dan melelahkan sistem kekebalan. Beberapa bahkan mengatakan bahwa kelelahan membutuhkan waktu paling lama untuk pulih setelah infeksi.

2. Nyeri Otot

Kelelahan sesudah sembuh dari Covid-19 juga ditandai dengan kelesuan, nyeri otot, nyeri, serta kelemahan dan kelelahan yang parah. Dalam hal ini, nyeri tubuh dapat diakibatkan oleh penambahan peradangan dalam tubuh yang bisa terjadi akibat Covid-19.

Untuk beberapa pasien Covid-19, nyeri tubuh juga bisa disertai dengan nyeri otot yang dikarenakan oleh kerusakan pada serat otot akibat virus dan kerusakan jaringan abnormal di tubuh.

3. Batuk darah Berkepanjangan

Mengaji Juga: Sudah Hidup Pre-Order Vaksin Covid di Nusantara, Ini Penjelasan Pemerintah

Viral load atau beban virus yang primitif di saluran pernapasan bagian berasaskan juga dapat menyebabkan batuk. Situasi ini menjadi salah satu gejala Covid-19 yang paling khas serta dapat muncul lebih lama, makin bisa lebih dari 5 had 6 minggu atau lebih.

4. Sesak Napas

Sesak napas atau mengalami rasa sakit saat bernapas dapat menjadi gejala Covid-19 semakin parah. Sayangnya kondisi ini mampu terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ilustrasi Covid-19 (Foto: Antara)

5. Masalah Otak

Lupa, kebingungan, hingga delirium adalah kaum gejala Covid-19 yang dapat menguasai otak. Kondisi ini disebut mampu bertahan lama meskipun telah dinyatakan pulih dari covid-19.