42626-donor-plasma-konvalesen-di-jember

Berapa Kali Umumnya Penyintas Covid-19 Bisa Donor Plasma Konvalesen?

Perkataan. com – Jeda melakukan donor darah pada umumnya adalah dua bulan. Lalu berapa periode jeda donor plasma darah konvalesen bagi penyintas Covid-19?

Deputi Bidang Penelitian Translasional dan Kepala Laboratorium Hepatitis, Lembaga Eijkman Jakarta Prof. dr. David Handojo Muljono, Sp. PD, FINASIM, FAASLD, Ph. D mengatakan donor plasma konvalesen bisa dilakukan 2 bulan sekali.

“Kalau untuk uji klinik untuk tiga bulan, atau dua bulan sekali ini tidak menutup peluang, ” ujar Prof. David dalam Talkshow di YouTube BNPB beberapa waktu lalu.

Ia kemudian mengingatkan antibodi atau sistem kekebalan awak yang berhasil menang melawan virus SARS CoV dua, yang ada di tubuh orang yang berhasil sehat (penyintas) Covid-19 tidak bisa bertahan lama.

Baca Juga: PMI Imbau Tanpa Cari Donor Plasma Konvalesen Lewat Medsos, Kenapa?

“Antibodi penyintas itu mampu bertahan empat bulan, bahkan enam bulan. Ini kalau lewat tiga bulan, tersebut bisa dites kadar antibodinya, ” terang Prof. David.

Penyintas Covid-19 yang sudah sembuh lebih dari empat bulan namun tetap mau menyumbangkan antibodi, disarankan buat menjalani tes kadar antibodi, untuk melihat apakah sedang ada kemungkinan antibodi yang tersesisa.

“Kalau kadarnya lulus tinggi, kenapa tidak? itu bisa mendonorkan terus, datang yang bersangkutan sudah merasa cukup, amalnya banyak ataupun kadar antibodinya mulai mendarat, ” sambung Prof. David.

Donor plasma darah konvalesen adalah metode transfer antibodi dari tubuh penyintas Covid-19, ke tubuh pasien yang sedang berjuang melawan Covid-19.

Dengan proses transfer antibodi ini, diharapkan tubuh pasien Covid-19 bisa bekerja lebih cepat melayani virus, dan bisa merangsang kesembuhan jadi lebih lekas.

Mengucapkan Juga: Ratusan Nakes RSUD Bekasi Penyintas Covid-19 Akan Donor Plasma Konvalesen

Adapun cara kerja antibodi yang didonorkan, ialah merangsang antibodi dengan ada di tubuh penderita, dan memberitahu cara biar bisa menang melawan virus SARS CoV 2, sebagaimana antibodi tersebut berhasil menang virus di tubuh penyintas Covid-19 sebelumnya.